UGM Turunkan Tim Medis Gabungan AHS Bantu Penanganan Banjir Aceh
Tim yang diberangkatkan merupakan kontingen gabungan di bawah payung Academic Health System (AHS) UGM.
Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirimkan tim medis untuk membantu penanganan korban banjir di Aceh. Tim tersebut telah diberangkatkan sejak 3 Desember 2025 untuk memberikan pertolongan dan layanan kesehatan di lokasi terdampak.
Berdasarkan data terkini, bencana banjir di Aceh menyebabkan 955.322 jiwa atau setara dengan 214.940 Kepala Keluarga membutuhkan bantuan mendesak, khususnya akses terhadap layanan kesehatan.
Kontingen gabungan di bawah payung Academic Health System
Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito menyampaikan bahwa tim yang diberangkatkan merupakan kontingen gabungan di bawah payung Academic Health System (AHS) UGM. Tim ini yang mengintegrasikan berbagai unit kesehatan universitas.
Darwito membeberkan tim dari RSA UGM bertugas melakukan eksplorasi kebutuhan, asesmen lapangan, dan penyediaan layanan kesehatan awal.
“Kami memberangkatkan sebanyak 15 tenaga medis dan relawan diterjunkan dengan komposisi: 6 personel dari RSA UGM, 6 personel dari RSUP Dr. Sardjito (RSS), dan 3 personel dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro," terang Darwito, Selasa (9/12).
Bertugas selama satu minggu
Darwito menyampaikan bahwa tim gabungan ini dijadwalkan akan bertugas selama satu minggu, dengan kemungkinan rotasi personel sesuai kebutuhan. Dalam misi ini, turut ditugaskan dokter bedah, dokter anestesi, serta tim kamar operasi, lengkap dengan dukungan sarana dan prasarana.
Darwito menceritakan usai satu minggu, bertugas tim akan diberangkatkan membawa laporan hasil asesmen serta tambahan logistik lanjutan.
"Pada fase pasca-bencana, kami juga kemungkinan akan mengirimkan psikolog dan psikiater untuk membantu pemulihan mental para penyintas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia," ujar Darwito.
SDM kesehatan
Selain menerjunkan SDM kesehatan yang kompeten, tim ini juga dibekali dengan dukungan penuh obat-obatan dan perbekalan kesehatan. Paket obat-obatan ini telah disiapkan secara khusus untuk menangani keluhan penyakit yang umum muncul pasca-banjir, seperti penyakit kulit, gangguan pencernaan, ISPA, dan kebutuhan pertolongan pertama lainnya.
Darwito juga mengatakan bahwa Tim AHS UGM akan segera mendirikan pos layanan kesehatan setibanya di lokasi dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk distribusi obat-obatan kepada pengungsi yang membutuhkan.
Langkah ini menegaskan peran UGM sebagai universitas kerakyatan yang senantiasa hadir melalui pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada pemulihan kondisi bangsa pasca-bencana.
"Harapannya, dengan tenaga medis dan obat-obatan yang kita bawa, kita sebagai warga negara bisa saling membantu dan meringankan beban mereka di sana," harap Darwito.
Kesiapan tim tidak hanya dari sisi personel
Sementara itu, perwakilan Hospital Disaster Plan RSA UGM, dr. Wahyu Kartiko Tomo, menjelaskan bahwa kesiapan tim tidak hanya dari sisi personel, tetapi juga kelengkapan medis. Pengiriman bantuan ini adalah bagian dari prosedur tetap respons bencana UGM yang sudah teruji.
“Keberangkatan relawan tim medis dari rumah sakit UGM ini sudah beberapa kali dilakukan. Setiap ada bencana, kita selalu memberikan respon pengiriman tenaga medis beserta dukungan logistik ke lokasi bencana," katanya.