Tujuh Napi Lapas Sorong Kabur Pakai Sendok, Kakanwil Ditjen PAS Papua Alasan Tembok Rapuh dan Kelalaian
Gedung lapas yang sudah sering tergenang banjir menyebabkan tembok menjadi rapuh dan mudah dijebol hanya menggunakan sendok.
Tujuh narapidana Lapas Kelas II B Sorong Papua Barat kabur dengan membobol tembok menggunakan sendok. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pencarian.
Ketujuh napi yang kabur masing-masing berinisial AR, AO, AA, EL, YW, JJ dan TW. Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua Barat, Hensah beralasan, gedung lapas yang sudah sering tergenang banjir menyebabkan tembok menjadi rapuh dan mudah dijebol hanya menggunakan sendok.
"Selain itu juga peristiwa kaburnya tujuh narapidana ini pun tentunya karena ada kelalaian dari petugas yang ada, sehingga evaluasi pun akan dilakukan," katanya di Sorong, Jumat (4/4). Dilansir Antara.
Karena itu, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Permasyarakatan Papua Barat segera melakukan renovasi bangunan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sorong, Papua Barat Daya, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya pembobolan oleh narapidana.
Menurutnya, renovasi bangunan ini perlu dilakukan untuk menghadirkan bangunan yang representatif sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi setiap narapidana yang ada di dalamnya.
"Bangunan ini akan segera kita lakukan renovasi atau relokasi supaya lebih representatif," jelasnya.
Peristiwa pelarian tujuh narapidana dari Lapas Sorong pada 1 April 2025 pukul 04.54 WIT, dengan cara membobol tembok menggunakan sendok, menjadi dasar bagi Kanwil Direktorat Jenderal Permasyarakatan Papua Barat untuk melakukan perbaikan baik dari sisi bangunan maupun sisi sumber daya manusia (SDM) lapas.