Narapidana Penganiayaan Kabur dari RSUD Sunan Kalijaga, Rutan Demak Kecolongan
Alfian melarikan diri pada Senin (13/10) saat mendapat perawatan di rumah sakit.
Seorang narapidana Rutan Kelas IIB Demak, Muhammad Alfian, kabur saat menjalani perawatan di RSUD Sunan Kalijaga, Kabupaten Demak, dengan cara menjebol bagian kipas hisap di ruang perawatan.
"Iya itu tahanan rutan. Kasusnya penganiayaan, kita masih melakukan pengejaran terhadap napi tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Demak Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, Rabu (15/10).
Alfian melarikan diri pada Senin (13/10) saat mendapat perawatan di rumah sakit tersebut. Sedangkan untuk napi yang kabur masih dalam pengejaran petugas di lapangan.
"Iya kami diminta ikut mencari, kita sudah telusuri tapi belum tertangkap. Terakhir itu dia menumpang mobil arah ke timur," ungkapnya.
Adapun narapidana itu diketahui bernama Muhammad Alfian bin Bachtiar. Ciri-ciri tinggi badan 170 cm, berat badan 54 kg, berkulit sawo matang, dan berambut ikal hitam.
Selain itu, ia memiliki tato bertuliskan Syanta di dada, tato di lengan kanan bawah, pergelangan hingga punggung tangan kiri, serta di betis kanan bagian luar.
Sementara itu, Humas RSUD Sunan Kalijaga, Kusmanto, mengatakan napi tersebut kabur sekitar pukul 07.30 WIB dengan cara menjebol bagian kipas hisap yang ada di ruangan.
"Dia kabur dengan menjebol exhaust. Dari CCTV kaburnya ke arah samping IGD, kemudian langsung ke jalan raya," kata Kusmanto.
Saat narapidana dilakukan perawatan, pihak rutan melakukan penjagaan di luar ruangan karena pelaku mengidap penyakit menular TBC. Sedangkan masuk dirawat sejak Jumat 10 Oktober 2025 dan napi tersebut tidak dalam kondisi diborgol.
"Kondisinya batuk, sesak, lemas. Kemudian dari IGD didiagnosa ada penyakit TBC. Oleh sebab itu oleh dokter jaga dimasukkan ke ruangan isolasi," ujarnya.
Dugaan kaburnya narapidana itu memanfaatkan saat pergantian jaga perawat.
"Dugaan lari waktu operan masih terlihat di CCTV, terus setelah perawat mengecek pasien yang lain, 08.30 WIB ternyata tidak ada orang. Waktunya Alfian kabur cepet banget, seperempat jam sampai setengah jam saja," kata Kusmanto.