Tiang Monorel Dibongkar, Sutiyoso: Jujur Saya Lega Sekali
Mantan Gubernur DKI Sutiyoso menyambut lega langkah Pemprov DKI menertibkan tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyatakan kelegaannya atas keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung untuk menertibkan dan membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
“Jujur saja hari ini hati saya itu lega sekali gitu ya dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono pada pagi hari ini,” kata Sutiyoso saat mendampingi Pramono di lokasi penataan tiang monorel, Rabu (14/1).
Monorel Bagian Rencana Transportasi Era Awal 2000-an
Sutiyoso menjelaskan, proyek monorel awalnya masuk dalam rencana besar pengembangan sistem transportasi Jakarta yang disusun pada masa kepemimpinannya sekitar 2003.
Saat itu, Pemprov DKI merancang jaringan transportasi makro ibu kota yang mencakup empat moda utama, yakni MRT, monorel, busway, dan waterway.
Namun, seiring perubahan kebijakan dan tidak berlanjutnya proyek, pembangunan monorel berhenti dan meninggalkan struktur tiang yang mangkrak selama bertahun-tahun.
“Nah sejak itulah mangkrak total ini dari besi tua jadi barang seperti ini yang merusak estetika kota,” ujarnya.
Dua Opsi: Dilanjutkan atau Dibongkar
Menurut Sutiyoso, kondisi proyek yang terbengkalai dalam jangka panjang menyisakan dua pilihan bagi Pemprov DKI, yaitu melanjutkan pembangunan atau melakukan pembongkaran.
“Hanya ada dua pilihan, lanjutkan atau bongkar. Nah itu saya kira sudah ditawarkan oleh Gubernur Pramono, tidak bisa melanjutkan ya dibongkar. Itu pilihan yang paling buruk tetapi harus kita lakukan itu,” kata Sutiyoso.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pramono yang memastikan proses penertiban memiliki dasar hukum, dengan melibatkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta serta Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Kepastian itulah yang diberikan oleh Gubernur Pramono dan itu adalah keputusan yang paling tepat, se-nggak enak apa pun mengeluarkan biaya harus kita lakukan,” ujarnya.
Secara pribadi, Sutiyoso mengaku selama ini merasa prihatin melihat proyek yang dirintis pada masa jabatannya justru terbengkalai hingga puluhan tahun.
Ia berharap, setelah pembongkaran dilakukan, kawasan Jalan HR Rasuna Said dapat ditata kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat.