Terungkap! Pramono Anung Akui Tak Tidur Nyenyak Gara-gara Proyek Monorel Jakarta Mandek Sejak 2002
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku gelisah karena proyek monorel Jakarta tak kunjung rampung sejak 2002. Ia bertekad tuntaskan proyek mangkrak ini.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kegelisahannya terkait proyek pembangunan monorel yang belum juga rampung. Proyek transportasi berbasis rel ini telah dimulai sejak tahun 2002 dan hingga kini masih mangkrak, membuatnya mengaku tidak dapat tidur dengan nyenyak.
Pramono Anung, yang akrab disapa Pram, mengenang momen saat dirinya mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri meninjau pembangunan monorel tersebut. Ia merasa prihatin karena proyek yang sudah berjalan belasan tahun itu belum juga tuntas, menjadi beban pikiran baginya.
Selain proyek monorel Jakarta, Pram juga menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras yang sempat menghebohkan. Ia menekankan pentingnya kemitraan dan dukungan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan proyek-proyek besar di ibu kota.
Sejarah Panjang Proyek Monorel Jakarta yang Mandek
Proyek pembangunan monorel Jakarta memiliki sejarah yang panjang dan berliku, dimulai pada tahun 2002. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri dalam peninjauan awal proyek ambisius ini.
Namun, harapan akan hadirnya moda transportasi modern tersebut harus tertunda karena berbagai kendala, termasuk masalah pendanaan dan perizinan. Kondisi ini menyebabkan proyek monorel Jakarta terhenti di tengah jalan, meninggalkan tiang-tiang pancang yang menjadi saksi bisu.
Mandeknya proyek ini selama bertahun-tahun telah menimbulkan banyak pertanyaan dan kekecewaan di kalangan masyarakat. Pramono Anung sendiri mengakui bahwa status proyek yang tak kunjung rampung ini menjadi salah satu hal yang mengganggu pikirannya.
Komitmen Pramono Anung Tuntaskan Proyek Mangkrak
Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai oleh gubernur-gubernur sebelumnya. Ia tidak ingin proyek-proyek penting di Jakarta terus-menerus mangkrak tanpa kejelasan, termasuk proyek monorel Jakarta.
Selain proyek monorel, pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras juga menjadi perhatian utama Pramono Anung. Ia menyatakan bahwa kasus-kasus yang sempat menghebohkan ini perlu segera dituntaskan demi kepentingan masyarakat Jakarta.
"Dulu kasus monorel dan RS Sumber Waras ini menghebohkan. Kami ingin menyelesaikan pembangunan kedua proyek ini," ujar Pram, menunjukkan keseriusannya. Keinginan ini didasari pada visi untuk memberikan fasilitas dan infrastruktur yang lebih baik bagi warga ibu kota.
Pentingnya Kemitraan dan Dukungan Hukum dalam Pembangunan
Dalam upaya menyelesaikan proyek-proyek mangkrak, Pramono Anung menekankan bahwa pembangunan di Jakarta tidak dapat dilakukan sendirian. Ia percaya bahwa kemitraan yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan.
"Membangun Jakarta gak sendirian, kemitraan jadi kunci," tegas Pramono, menyoroti pentingnya kolaborasi. Selain itu, ia juga sangat mengapresiasi dukungan dari aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dukungan tersebut sangat penting, terutama dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas proyek-proyek besar seperti pembangunan RS Sumber Waras. Pramono Anung bahkan berencana untuk meninjau langsung proyek pembangunan RS Sumber Waras pada Senin (27/10) mendatang, sekaligus melihat kondisi jalan di Penjaringan.
Sumber: AntaraNews