Terungkap: Kemlu Targetkan Grand Strategy Diaspora Indonesia Rampung Akhir Desember, Siap Tingkatkan Peran WNI di Kancah Global
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang menyusun Grand Strategy Peningkatan Peran Diaspora Indonesia, ditargetkan rampung akhir Desember, demi mengoptimalkan kontribusi WNI di luar negeri untuk pembangunan nasional.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tengah aktif menyusun sebuah Grand Strategy Peningkatan Peran Diaspora Indonesia. Inisiatif penting ini bertujuan untuk memperkuat kontribusi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri.
Strategi induk ini akan menjadi bagian integral dari program prioritas nasional yang fokus pada penguatan peran diaspora. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki oleh diaspora Indonesia di berbagai sektor.
Direktur Urusan Diaspora Kemlu RI, Devdy Risa, menjelaskan bahwa Grand Strategy ini diharapkan menjadi panduan strategis. Dokumen ini ditargetkan rampung dan difinalisasi pada akhir Desember mendatang, setelah melalui proses penyusunan yang intensif.
Optimalisasi Potensi Diaspora Melalui Grand Strategy
Grand Strategy Peningkatan Peran Diaspora Indonesia dirancang sebagai kerangka kerja komprehensif. Dokumen ini akan memandu upaya pemerintah dalam memanfaatkan aset berharga berupa diaspora Indonesia.
Devdy Risa menegaskan, “Tujuan utamanya (Grand Strategy) adalah sebagai panduan strategis untuk mengoptimalkan potensi diaspora Indonesia.” Pernyataan ini disampaikan dalam Simposium Diaspora Indonesia yang dipantau daring di Jakarta.
Strategi ini memiliki beberapa tujuan khusus yang terperinci. Antara lain, mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi diaspora Indonesia di berbagai bidang, serta menganalisis kebutuhan dan peluang strategis yang dapat dimainkan oleh diaspora dalam pembangunan nasional.
Selain itu, Grand Strategy ini juga mencakup penyusunan visi, misi, dan pilar strategi penguatan diaspora Indonesia. Ini juga akan membentuk model tata kelola yang efektif serta merumuskan rekomendasi kebijakan dan peta jalan implementasi jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Memang masih kita susun Grand Strategy ini, mudah-mudahan di akhir Desember sudah bisa kita finalisasikan,” ujar Devdy. Ia juga mengajak para diaspora Indonesia untuk memberikan masukan guna menyempurnakan dokumen strategis tersebut, menunjukkan komitmen inklusif.
Dukungan Regulasi dan Data Terintegrasi
Selain Grand Strategy, Kemlu juga fokus pada penguatan landasan hukum dan infrastruktur data. Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewarganegaraan menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda ini.
RUU Kewarganegaraan ditargetkan rampung dan disahkan oleh DPR pada tahun 2026. Setelah pengesahan, Kemlu akan menyiapkan sejumlah peraturan turunan guna mengimplementasikan ketentuan tersebut secara menyeluruh, memastikan keberlanjutan program.
Pada tahun yang sama, 2026, Kemlu berencana mengembangkan platform Satu Data Diaspora. Platform ini bertujuan untuk mengintegrasikan data diaspora yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga di Indonesia, menciptakan sistem informasi yang terpadu.
Visi jangka panjang Kemlu adalah terbentuknya badan nasional diaspora pada tahun 2029. Lembaga ini diharapkan menjadi penanggung jawab utama dalam isu-isu diaspora, sekaligus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas bagi diaspora Indonesia.
Simposium Diaspora Indonesia: Wadah Kontribusi dan Koordinasi
Upaya penyusunan Grand Strategy ini juga didukung oleh berbagai forum diskusi dan pertemuan. Salah satunya adalah Simposium Diaspora Indonesia yang baru saja diselenggarakan.
Kegiatan simposium ini, bertajuk "Kontribusi Diaspora: Kemarin, Hari ini dan Esok", dilaksanakan pada 1-2 November 2025. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati hari ulang tahun ke-12 Indonesia Diaspora Network (IDN) Global.
Simposium tersebut menghadirkan sejumlah pejabat Kemlu RI dan para tokoh diaspora Indonesia dari berbagai negara di luar negeri. Forum ini menjadi wadah penting untuk bertukar pandangan dan mengumpulkan masukan berharga.
Kehadiran para tokoh diaspora dan pejabat Kemlu menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan komunitas diaspora. Ini penting untuk memastikan Grand Strategy yang disusun relevan dan dapat diimplementasikan secara efektif untuk kepentingan nasional.
Sumber: AntaraNews