Terungkap Alasan Mahfud Hindari Kampus saat Kampanye Pilpres 2024
Menurut Mahfud, ada tujuan baik mengapa hal itu dilakukan.
Menurut Mahfud, ada tujuan baik mengapa hal itu dilakukan.
Terungkap Alasan Mahfud Hindari Kampus saat Kampanye Pilpres 2024
Mantan Calon Wakil Presiden nomor urut 03 di Pilpres 2024, Mahfud Md, mengaku menghindari kampus-kampus selama kampanye Pilpres 2024, khususnya Universitas Brawijaya. Dia memastikan hal itu bukan tanpa alasan.
Menurut dia, ada tujuan baik mengapa hal itu dilakukan.
"Saya Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya sejak 2022, saya rajin datang ke UB, tapi selama musim kontestasi pilpres saya tidak datang, saya menjaga diri agar tidak menimbulkan fitnah bagi rektor," kata Mahfud saat Halal Bihalal Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) di Auditorium Kementerian PUPR seperti dikutip dari siaran pers, Senin (6/5).
Mahfud meyakini, jika mendatangi kampus-kampus tempatnya mengajar, termasuk UB. Rektor UB, misalnya, akan dibilang mendukung Mahfud dan itu merupakan kondisi yang tidak baik bagi UB karena bisa saja dicap tidak netral.
"Saya sengaja ke berbagai kampus tidak datang, kecuali dalam kampanye terbuka yang sengaja diselenggarakan kampus seperti Unair, kampanye terbuka, semua kontestan diundang tapi kalau kuliah saya tidak, berhenti selama musim kampanye," ujar pria yang diketahui sebagai pakar hukum tata negara ini.
Selain itu, lanjut Mahfud, dirinya juga meminta para pejabat publik yang dulu bersinggungan dengannya dan diangkat atas rekomendasinya sebagai Menko Polhukam. Khususnya saat ada agenda-agenda kampanye ke daerah-daerah mereka. Salah satunya adalah Gubernur Sumatra Utara yang dulu merupakan staf ahli atau Pangdam Sumut yang dulu Sesprinya di Kemenkopolhukam.
“Ketika ada agenda kampanye di Medan, saya meminta mereka tidak mendekat. Ketika saya akan ke Medan saya bilang, tolong beritahu ke Gubernur dan Pangdam kalau saya ke Medan jangan dekat dekat, nanti tidak enak bagi anda," kata Mahfud.
Kini, ia menekankan, Pilpres 2024 sudah selesai dan MK sudah memberi putusan. Karenanya, Mahfud mengaku sudah mulai melakukan normalisasi kehidupan dan salah satunya dilakukan dengan kembali lagi ke kampus-kampus untuk mengajar.
"Karena kontestasi sudah selesai, pilpres sudah selesai, saya melakukan normalisasi kehidupan karena sekarang sudah tidak ada lagi, saya hadir lagi ke UB hari ini dan untuk seterusnya, setiap diundang, asal tidak berbenturan pasti datang, pasti datang," ujar Mahfud
Bagi Mahfud, saat ini sudah tidak ada lagi ekor-ekor dari kontestasi tersebut karena pengadilan yang bernama MK sudah memutuskan selesai.
“Jadi siapa saja yang mengikuti kontestasi harus bisa menerima putusan pengadilan tersebut dan kembali fokus membangun bangsa,” dia menandasi.