Muhaimin Yakin Tak Ada Maksud Lain di Balik Kelakar Prabowo: PKB Diawasi Hanya Candaan
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menanggapi santai kelakar Presiden Prabowo Subianto tentang 'PKB harus diawasi', menegaskan tidak ada maksud lain di balik candaan tersebut.
Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar yang menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) "harus diawasi terus" dalam sesi pembuka retret Kabinet Merah Putih. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para menteri dan ketua partai koalisi. Kelakar tersebut memicu perhatian publik dan pertanyaan mengenai maknanya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, segera menepis spekulasi. Ia menegaskan bahwa ucapan Presiden Prabowo hanyalah sebuah candaan. Muhaimin menyampaikan responsnya setelah retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, pada Selasa (6/1) malam.
Muhaimin Iskandar meyakini tidak ada maksud tersembunyi di balik kelakar tersebut, meski PKB sempat menjadi rival politik Prabowo pada Pilpres 2024. Ia menekankan bahwa interaksi semacam itu merupakan hal yang lumrah dalam dinamika politik. Situasi ini menunjukkan hubungan yang cair di antara para pemimpin koalisi.
Respons Santai Muhaimin atas Kelakar Prabowo
Muhaimin Iskandar dengan tegas membantah adanya kekhawatiran terkait manuver politik PKB di masa mendatang. "Ya (itu) bercanda, bercanda," kata Muhaimin saat ditemui awak media. Ia menambahkan bahwa kelakar semacam itu sering terjadi di antara para politisi.
Ketika ditanya apakah kelakar "PKB diawasi" merupakan sinyal kekhawatiran, Muhaimin langsung menampiknya. "Nggak, nggak, nggak. Bercanda, begitu-begitu biasalah, sering begitu," ujarnya sambil berjalan menuju kendaraannya.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu juga memastikan bahwa tidak ada hal khusus yang perlu diawasi dari partainya. "Nggak ada," tegas Muhaimin. Ia menganggap kelakar tersebut sebagai bentuk "gojlok'an" atau gurauan biasa yang sering dialamatkan kepada PKB, bahkan di hadapan ketua umum partai lain.
Konteks Kelakar dan Soliditas Koalisi Prabowo
Kelakar "Prabowo PKB diawasi" disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam penghujung taklimat awal tahun 2026-nya. Momen tersebut berlangsung pada sesi pembuka retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang.
Sebelum melontarkan candaan, Presiden Prabowo terlebih dahulu menegaskan soliditas koalisi partai pendukung pemerintah. "Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan seraya menutup sesi taklimatnya untuk Kabinet Merah Putih. Hal ini mengindikasikan bahwa kelakar tersebut adalah bagian dari suasana santai namun tetap menunjukkan kekuatan koalisi yang ada.
Perjalanan Politik PKB dalam Kabinet Merah Putih
Sebelum bergabung dengan koalisi pemerintah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sempat menjadi kontestan Pilpres 2024 yang berhadapan dengan Prabowo Subianto. Kala itu, Prabowo berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, sementara PKB mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bersama PKS dan NasDem.
Setelah kemenangan pasangan Prabowo-Gibran, PKB, PKS, dan NasDem menyatakan dukungan mereka kepada pemerintahan Presiden Prabowo. Langkah ini menunjukkan dinamika politik yang fleksibel dan adaptif.
Dalam susunan Kabinet Merah Putih, PKB dan PKS mendapatkan jatah kursi penting. Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB, kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Sementara itu, Prof. Yassierli, seorang teknokrat yang diusulkan oleh PKS, menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan. Kehadiran mereka memperkuat representasi dalam pemerintahan baru.
Sumber: AntaraNews