Terobosan Pendidikan: Sekolah Rakyat Bangkalan Terapkan Kurikulum MEME, Apa Itu?
Sekolah Rakyat di Bangkalan menggebrak dunia pendidikan dengan penerapan Kurikulum MEME, sebuah pendekatan adaptif yang memungkinkan siswa belajar sesuai minat dan kecepatan. Penasaran bagaimana sistem ini bekerja?
Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kini menerapkan sebuah inovasi pendidikan. Mereka memperkenalkan Kurikulum Multi Entry Multi Exit (MEME) untuk seluruh peserta didiknya. Langkah ini diambil guna memberikan kesempatan optimal bagi siswa dalam mengembangkan bakat dan minat mereka.
Penerapan kurikulum ini bertujuan agar peserta didik dapat masuk program kapan saja. Mereka juga bisa menyelesaikan studi sesuai dengan kecepatan, minat, dan kemampuan masing-masing. Pola ini diklaim mirip dengan sistem kredit semester (SKS) yang umum di perkuliahan.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Bangkalan, Lailatul Munawaroh, menyampaikan hal ini saat memantau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia menegaskan bahwa kurikulum MEME dirancang untuk adaptif dan relevan dengan kebutuhan lokal.
Mengenal Lebih Dekat Kurikulum Multi Entry Multi Exit (MEME)
Kurikulum MEME di Sekolah Rakyat Bangkalan dirancang secara khusus berbasis modul. Pendekatan ini memungkinkan pengakuan capaian belajar yang dapat diakumulasi oleh peserta didik. Selain itu, pengajaran yang diberikan bersifat kontekstual dan relevan sesuai dengan kebutuhan spesifik di Bangkalan.
Peserta didik diberikan kebebasan penuh dalam menentukan cara belajar mereka sendiri. Hal ini termasuk dalam menyelesaikan program studi sesuai dengan kapasitas individu. Kurikulum MEME ini berfokus pada penguasaan materi secara menyeluruh.
Lailatul Munawaroh menjelaskan, "pendekatan pembelajaran berfokus pada penguasaan materi, di mana kurikulumnya dirancang khusus (tailor-made) untuk mencapai target program tertentu." Ini menunjukkan fleksibilitas dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Dengan sistem ini, setiap siswa dapat memiliki jalur pendidikan yang disesuaikan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap potensi siswa dapat tergali dan berkembang secara maksimal melalui Kurikulum MEME.
MEME: Pedoman Resmi dan Keunggulan Adaptif
Kurikulum MEME telah menjadi pedoman resmi dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) Bangkalan. Penerapannya sejalan dengan arahan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Hal ini menunjukkan dukungan dari tingkat kementerian terhadap inovasi ini.
Menurut Munawaroh, Kurikulum MEME adalah pilihan yang paling tepat untuk digunakan. Kurikulum ini memiliki kemampuan untuk memfasilitasi transisi murid dari berbagai jalur pendidikan. Ini penting untuk mengakomodasi latar belakang siswa yang beragam.
Kemampuan adaptif Kurikulum MEME juga terlihat dari pengorganisasian mata pelajaran dan pengaturan waktu yang fleksibel. "Sesuai dengan arahan yang disampaikan kepada para pengelola SR, pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran tuntas di mana pengelolaannya mengadaptasi tailor-made kurikulum yang berarti dibuat khusus sesuai dengan target program," tambah Munawaroh.
Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Bangkalan telah memiliki 73 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri dari 36 siswa jenjang SD dan 37 siswa jenjang SMP. Angka ini menunjukkan bahwa Kurikulum MEME telah mulai diterapkan pada skala yang signifikan di Bangkalan.
Sumber: AntaraNews