Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan harapan besar terhadap kurikulum Sekolah Rakyat. Program pendidikan inovatif ini digadang-gadang akan menjadi prototipe yang menginspirasi banyak sekolah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa di seluruh Indonesia.
Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang secara khusus dengan berlandaskan pada minat dan bakat para siswa, menandai babak baru yang signifikan dalam pengelolaan sistem pendidikan nasional. Inisiatif ini juga dipandang sebagai terobosan penting dalam upaya komprehensif pemerintah untuk mengatasi kemiskinan struktural secara lebih efektif.
Pernyataan optimisme tersebut disampaikan langsung oleh Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar di hadapan ribuan guru dan kepala sekolah. Momen penting ini terjadi dalam acara pelatihan guru dan kepala sekolah Sekolah Rakyat yang diselenggarakan pada Jumat, 22 Agustus, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Sekolah Rakyat hadir sebagai sebuah model pendidikan yang berfokus pada pengembangan potensi individu siswa melalui kurikulum berbasis minat dan bakat. Sebagai prototipe, program ini diharapkan tidak hanya menjadi contoh, tetapi juga memberikan dampak transformatif yang luar biasa bagi ekosistem pendidikan di Indonesia, mendorong inovasi dan relevansi pembelajaran.
Inisiatif ini secara fundamental merupakan terobosan pemerintah dalam penanganan kemiskinan struktural, di mana negara mengambil peran aktif dalam memastikan akses pendidikan yang merata. Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, memutus rantai kemiskinan melalui jalur edukasi.
Implementasi program Sekolah Rakyat ini didukung penuh oleh Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSKS) Nasional. Dukungan ini memastikan bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan tepat sasaran, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang mengamanatkan koordinasi antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Advertisement
Advertisement
Program Sekolah Rakyat juga menandai pergeseran paradigma dalam strategi pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah. Jika sebelumnya fokus utama adalah pada pemberian bantuan sosial, kini beralih ke pendekatan pemberdayaan masyarakat yang lebih berkelanjutan melalui pendidikan dan pengembangan kapasitas.
Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan optimismenya bahwa Sekolah Rakyat akan mampu mengangkat sekitar tiga juta orang dari jurang kemiskinan ekstrem. "Sekolah Rakyat akan berdampak pada tiga juta orang miskin yang akan ditangani secara bermakna," ujarnya, menekankan potensi besar program ini dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) untuk memastikan siswa mendapatkan pendidikan dan perawatan yang optimal. Fasilitas yang disediakan meliputi asrama bagi siswa dan guru, serta ruang kelas yang dilengkapi dengan peralatan belajar modern, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan komprehensif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews