Tahukah Anda? Pemkab Donggala Ajak Perusahaan Tingkatkan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, PT LTT Sumbang Lahan Pemakaman Umum
Pemerintah Kabupaten Donggala mendorong perusahaan untuk menjalankan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, dengan PT LTT sebagai contoh nyata yang menyumbang lahan pemakaman umum untuk warga Desa Towiora.
Pemerintah Kabupaten Donggala secara aktif mengajak seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Ajakan ini menjadi penekanan penting terhadap peran korporasi dalam pembangunan dan kesejahteraan warga. Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan harus memberikan dampak positif yang nyata.
Inisiatif ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Taufik M. Burhan pada Kamis, 30 Oktober, saat peresmian penyerahan wakaf lahan sekaligus Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Towiora, Kecamatan Rio Pakava. Penyerahan lahan ini merupakan kontribusi signifikan dari PT Lestari Tani Teladan (LTT), sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di daerah tersebut.
PT LTT menunjukkan komitmennya dengan menyumbangkan lahan seluas satu hektare untuk kebutuhan pemakaman umum, sebuah langkah yang diapresiasi tinggi oleh pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi keterbatasan lahan pemakaman yang selama ini menjadi permasalahan krusial bagi warga Desa Towiora dan sekitarnya.
Peran Strategis Perusahaan dalam Pembangunan Daerah
Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang telah ditunjukkan oleh PT LTT. Beliau menekankan bahwa tindakan ini merupakan bukti nyata bahwa perusahaan tidak menutup mata terhadap kewajiban sosialnya. "Ini menjadi bukti bahwa perusahaan hadir di tengah masyarakat tidak menutup mata terhadap kewajiban sosialnya,” kata Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan.
Menurut Taufik, kontribusi seperti ini sangat vital dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di daerah. Ia berharap agar lebih banyak perusahaan dapat mengikuti jejak PT LTT dalam memberikan kontribusi nyata. Program-program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang terencana dan berkelanjutan akan menciptakan hubungan harmonis antara industri dan komunitas lokal.
Pemerintah Kabupaten Donggala terus mendorong sektor swasta untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program kemasyarakatan. Hal ini tidak hanya meningkatkan citra perusahaan, tetapi juga mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan perusahaan dalam Tanggung Jawab Sosial Perusahaan adalah investasi jangka panjang bagi semua pihak.
Solusi Keterbatasan Lahan Pemakaman di Desa Towiora
Penyerahan lahan wakaf untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Towiora merupakan momentum bersejarah bagi warga. Sebelumnya, masyarakat Desa Towiora menghadapi tantangan serius karena harus memakamkan jenazah di halaman rumah masing-masing akibat tidak adanya lahan pemakaman umum yang memadai. Kondisi ini tentu menimbulkan berbagai kesulitan dan ketidaknyamanan bagi keluarga yang berduka.
Administratur PT LTT, Mohammad Tugiran, menjelaskan bahwa pihaknya memahami betul kondisi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan lahan pemakaman. "Kami memahami betul kondisi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan lahan pemakaman. Karena itu, PT LTT mengambil langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat,” kata Mohammad Tugiran. Lahan seluas satu hektare yang diwakafkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga untuk jangka waktu yang panjang.
Keberadaan TPU Towiora ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi warga dan menjadi sarana kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Inisiatif PT LTT ini tidak hanya menyelesaikan masalah praktis, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa saling memiliki di antara warga desa. Ini adalah contoh konkret bagaimana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dapat memberikan dampak langsung pada kualitas hidup komunitas.
Pentingnya Pengelolaan Berkelanjutan untuk Masa Depan
Wakil Bupati Taufik M. Burhan juga berpesan agar pengelolaan TPU dilakukan secara profesional dan berkelanjutan oleh badan wakaf atau pihak pengelola yang ditunjuk. Beliau menilai bahwa tata kelola lahan pemakaman sangat penting untuk diperhatikan agar fasilitas ini dapat digunakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang. "Walaupun luasnya satu hektare, kalau tidak dikelola dengan baik, lama-lama akan penuh. Karena itu perlu ada tata kelola yang baik dan berkelanjutan,” pesannya.
Menurut Taufik, langkah pengelolaan yang profesional akan memastikan bahwa fasilitas ini tetap berfungsi optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ini mencakup perencanaan tata letak, pemeliharaan, serta regulasi penggunaan yang jelas. Aspek keberlanjutan menjadi kunci agar investasi sosial ini tidak sia-sia.
PT LTT sendiri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi positif dalam mendukung pembangunan sosial di wilayahnya. "Kami berharap lahan wakaf ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi amal jariyah yang terus membawa kebaikan bagi semua pihak,” katanya. Mohammad Tugiran juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah desa dan masyarakat yang turut berperan dalam merealisasikan program ini. Kerjasama multipihak ini adalah kunci keberhasilan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang berdampak luas.
Sumber: AntaraNews