Tahukah Anda? DPRD Sulteng Dukung Penuh Program Berani Donor Darah PMI, Ini Alasannya!
DPRD Sulteng secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap program 'Berani Donor Darah' PMI Sulteng, sebuah inisiatif krusial untuk mengatasi kelangkaan stok darah di wilayah tersebut. Simak detail komitmennya!
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) baru-baru ini menyatakan dukungan penuh terhadap program 'Berani Donor Darah' yang telah dicanangkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Sulteng. Inisiatif ini hadir sebagai respons proaktif terhadap isu kelangkaan stok darah yang sempat terjadi di wilayah tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya PMI dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat.
Ketua DPRD Sulteng, HM Arus Abdul Karim, di Palu, menegaskan bahwa program tersebut memiliki dampak yang sangat positif. "Program itu sangat luar biasa, apalagi beberapa waktu lalu, kita mendengar adanya kelangkaan stok darah," ujarnya, menyoroti urgensi dari gerakan donor darah sukarela ini. Komitmen DPRD Sulteng ini menjadi sinyal kuat bagi berbagai pihak untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan.
Dukungan dari lembaga legislatif ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk memastikan komitmen berbagai pihak dalam melaksanakan donor darah secara sukarela. DPRD Sulteng menyatakan kesiapan untuk mendukung sesuai kebutuhan pemerintah daerah dan PMI Sulteng. Kolaborasi ini krusial untuk menjaga ketersediaan darah yang stabil dan aman bagi pasien yang membutuhkan di seluruh provinsi.
Komitmen DPRD Sulteng dan Kolaborasi Lintas Sektor
Dukungan DPRD Sulteng terhadap program 'Berani Donor Darah' PMI Sulteng merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam kegiatan donor darah secara rutin. Kelangkaan stok darah yang terjadi sebelumnya menjadi pemicu utama bagi DPRD untuk memberikan perhatian lebih pada inisiatif ini.
HM Arus Abdul Karim menekankan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. "Kami siap mendukung, sesuai apa yang menjadi kebutuhan pemerintah daerah dan PMI Sulteng," katanya. Pernyataan ini mencerminkan keseriusan DPRD dalam memastikan program dapat berjalan optimal dan mencapai tujuannya.
PMI Sulteng sendiri telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan beragam pihak. Mitra kolaborasi meliputi pemerintah daerah, Universitas Tadulako, perbankan, perhotelan, perusahaan swasta, asosiasi pembiayaan, hingga jajaran TNI melalui Komando Daerah Militer XXIII/Palaka Wira. Jaringan kerja sama yang luas ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dan efektivitas kampanye donor darah.
Tantangan Operasional dan Kebutuhan PMI Sulteng
Meskipun mendapat dukungan luas, PMI Sulteng masih menghadapi beberapa tantangan operasional dalam menjalankan program 'Berani Donor Darah'. Salah satu kebutuhan mendesak adalah penambahan kendaraan operasional untuk pengambilan darah dari para pendonor. Ketersediaan armada yang memadai sangat penting untuk menjangkau lokasi-lokasi donor yang beragam dan memastikan proses pengambilan darah berjalan efisien.
Ketua PMI Sulteng, Hidayat Lamakarate, mengungkapkan bahwa saat ini organisasinya hanya memiliki dua unit kendaraan operasional. "Saat ini tersedia satu unit bus dan satu unit mini bus, untuk kendaraan donor darah," jelasnya. Jumlah ini dinilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas tim donor darah di wilayah Sulawesi Tengah yang cukup luas.
Oleh karena itu, PMI Sulteng membuka peluang bagi pihak-pihak yang ingin berkontribusi dalam pengadaan kendaraan. Hidayat Lamakarate menambahkan, "jika ada yang ingin membantu PMI Sulteng terkait tambahan kendaraan, masih dibutuhkan satu kendaraan mini bus untuk donor darah." Bantuan ini akan sangat membantu PMI dalam meningkatkan kapasitas layanan dan menjangkau lebih banyak calon pendonor.
Peningkatan Anggaran dan Dukungan Pemerintah Provinsi
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung PMI Sulteng melalui pertimbangan peningkatan dana hibah. Langkah ini merupakan apresiasi terhadap peran vital PMI dalam menjaga ketersediaan darah dan mendukung program kesehatan masyarakat. Dukungan finansial yang kuat akan memungkinkan PMI untuk mengimplementasikan program-programnya secara lebih efektif.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menyatakan bahwa pertimbangan kenaikan dana hibah akan diberikan jika program 'Berani Donor' terbukti berdampak positif pada program 'Berani Sehat'. "Kalau kegiatan Berani Donor berdampak untuk program Berani Sehat, tentu kami akan pertimbangkan," ungkapnya, menunjukkan sinergi antara gerakan donor darah dengan visi kesehatan provinsi.
Sebagai bentuk komitmen awal, Pemerintah Provinsi Sulteng telah menganggarkan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk PMI Sulteng pada tahun anggaran 2025. Anggaran ini dijabarkan dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Gubernur Nomor 35 tahun 2024. Alokasi dana ini diharapkan dapat mendukung operasional dan pengembangan program PMI di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews