Tahukah Anda, Anjing Pelacak Punya Penciuman Super? ITDC Perkuat Keamanan Nusa Dua Bali
ITDC mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan keamanan di kawasan wisata Nusa Dua, Bali, dengan mengerahkan anjing pelacak canggih. Simak bagaimana anjing-anjing ini menjaga kenyamanan wisatawan!
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) baru-baru ini mengambil langkah signifikan untuk memperkuat standar keamanan di kawasan wisata Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Tiga anjing pelacak terlatih kini dikerahkan untuk mendukung upaya pengamanan di salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia ini. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan rasa aman yang lebih besar bagi seluruh pengunjung dan wisatawan.
Pengerahan anjing pelacak jenis Labrador Retriever ini merupakan bagian dari strategi ITDC untuk memastikan lingkungan yang kondusif bagi sektor pariwisata. Mereka akan membantu petugas keamanan dalam pemeriksaan barang serta patroli rutin di seluruh area Nusa Dua. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menunjang kenyamanan dan kepercayaan wisatawan.
General Manager ITDC the Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyatakan bahwa kehadiran anjing pelacak ini akan semakin menambah rasa aman bagi wisatawan. Kolaborasi dengan Direktorat Samapta Polisi Satwa Polda Bali juga dilakukan untuk melatih petugas keamanan setempat. Pelatihan ini memastikan sinergi yang optimal antara manusia dan anjing pelacak dalam menjaga keamanan.
Peningkatan Keamanan Melalui Kemitraan K9
Untuk memperkuat standar keamanan di Nusa Dua, ITDC mengerahkan tiga anjing pelacak berjenis Labrador Retriever, terdiri dari dua jantan dan satu betina. Anjing-anjing ini akan menjadi mitra penting bagi petugas keamanan dalam melaksanakan pemeriksaan barang dan patroli rutin di seluruh kawasan. Kehadiran anjing pelacak ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan.
Rencana ke depan, ITDC akan menambah satu ekor anjing pelacak lagi dari jenis German Shepherd untuk lebih mengoptimalkan pengamanan kawasan. Penambahan ini menunjukkan komitmen ITDC dalam menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi setiap pengunjung. Keberadaan anjing pelacak canggih ini menjadi garda terdepan dalam deteksi ancaman.
Dalam mendukung operasional anjing pelacak, ITDC tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Direktorat Samapta Polisi Satwa Polda Bali untuk melatih petugas satuan pengamanan (satpam) terkait penanganan anjing pelacak K9. Kemitraan ini penting untuk memastikan bahwa setiap anjing pelacak dapat beroperasi secara maksimal dengan pawang yang terampil.
Pelatihan Komprehensif untuk Petugas Keamanan
Materi pelatihan yang diberikan kepada petugas keamanan sangat komprehensif, meliputi teknik pergantian operasional anjing pelacak K9 dari pelatih ke pawang. Selain itu, petugas juga dibekali pengetahuan mendalam mengenai pengenalan karakter anjing pelacak. Pemahaman ini krusial untuk membangun ikatan dan efektivitas kerja tim K9.
Pelatihan juga mencakup pengetahuan mengenai gerak-gerik anjing saat mendeteksi bahan peledak, serta latihan penciuman bahan peledak secara langsung. Petugas juga dilatih dalam peraturan baris berbaris K9 dan latihan ketaatan serta kepatuhan anjing pelacak. Semua materi ini dirancang untuk menciptakan tim keamanan yang solid dan responsif.
I Made Agus Dwiatmika berharap, melalui pelatihan ini, petugas satpam akan semakin terampil dalam menggunakan K9. Keterampilan ini sangat dibutuhkan, khususnya dalam mendukung pengecekan orang, barang, dan kendaraan di pintu masuk kawasan pariwisata Nusa Dua. Keahlian ini menjadi kunci utama dalam menjaga integritas keamanan area.
Untuk menjaga daya ingat dan kemampuan K9 agar tetap prima dalam bertugas, ITDC berencana melaksanakan pelatihan serupa secara rutin. Program pelatihan berkelanjutan ini memastikan bahwa tim anjing pelacak dan pawangnya selalu siap menghadapi berbagai tantangan keamanan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keamanan destinasi.
Nusa Dua: Destinasi Unggulan dengan Standar Keamanan Tinggi
Nusa Dua, Bali, tidak hanya dikenal sebagai kawasan perhotelan bintang lima, tetapi juga memiliki daya tarik pariwisata pantai yang memukau. Selain itu, kawasan ini merupakan tujuan utama untuk wisata bisnis konferensi atau MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), yang mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara dengan segmentasi ekonomi kelas menengah-atas. Keunikan ini menuntut standar keamanan yang prima.
Pentingnya keamanan di Nusa Dua semakin ditekankan oleh data kunjungan wisatawan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, selama periode Januari-Juli 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara di Pulau Dewata mencapai 3,98 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 12,46 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan vitalnya menjaga keamanan.
Peningkatan jumlah wisatawan ini menegaskan urgensi langkah-langkah keamanan yang proaktif, seperti pengerahan anjing pelacak. Dengan standar keamanan yang tinggi, Nusa Dua dapat terus menarik minat wisatawan dan mempertahankan reputasinya sebagai destinasi wisata kelas dunia yang aman dan nyaman. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk mendukung sektor pariwisata Bali.
Sumber: AntaraNews