ITDC Tingkatkan Kapasitas Pedagang Nusa Dua, Dukung Pariwisata Berkelanjutan Bali

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) gencarkan program peningkatan kapasitas pedagang di kawasan Nusa Dua, Bali, untuk mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan dan pelayanan prima.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
ITDC Tingkatkan Kapasitas Pedagang Nusa Dua, Dukung Pariwisata Berkelanjutan Bali
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) gencarkan program peningkatan kapasitas pedagang di kawasan Nusa Dua, Bali, untuk mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan dan pelayanan prima. (AntaraNews)

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), secara aktif meningkatkan kapasitas para pedagang pantai di kawasan wisata Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan ITDC untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata di salah satu destinasi premium Indonesia.

Pelatihan ini melibatkan 30 orang pedagang yang merupakan anggota dari tiga paguyuban lokal, yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) Yasa Segara Bengiat, Paguyuban Mertha Segara, dan Paguyuban Sekar Nusa. Mereka mendapatkan pembekalan materi yang relevan dengan standar pariwisata global, termasuk keberlanjutan dan inisiatif pariwisata hijau.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat peran pedagang sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Harapannya, kualitas layanan yang lebih baik akan turut menjaga citra positif The Nusa Dua serta memastikan keberlanjutan usaha masyarakat lokal di tengah geliat pariwisata.

Vice President Commercial and Relation ITDC The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti, menegaskan bahwa pedagang pantai memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam berinteraksi langsung dengan wisatawan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas mereka menjadi prioritas untuk menjaga kualitas pengalaman pengunjung.

Materi pelatihan yang diberikan kepada para pedagang sangat komprehensif, mencakup pengetahuan terkait keberlanjutan dan inisiatif pariwisata hijau, keahlian berkomunikasi yang efektif untuk sektor pariwisata, serta pencegahan pelecehan seksual. Kurikulum ini dirancang agar sesuai dengan standar pariwisata global, memastikan bahwa pedagang dapat memberikan pelayanan yang profesional dan beretika.

Pelatihan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas layanan, lingkungan, dan citra The Nusa Dua sebagai destinasi wisata kelas dunia. ITDC berkolaborasi dengan hotel BUMN Merusaka untuk menyelenggarakan program ini, memastikan bahwa pedagang mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk meningkatkan keramahan dan etika kepada wisatawan.

Agung Aryawati, perwakilan dari hotel Merusaka yang berada di bawah naungan BUMN InJourney, menyatakan harapan besar terhadap pelatihan ini. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi kawasan Nusa Dua, tetapi juga bagi keberlangsungan usaha masyarakat lokal.

Ketua KUD Yasa Segara Bengiat, I Wayan Sudarya, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat. Pelatihan ini memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan dalam melayani wisatawan, yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari mereka.

Ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga mendorong keberlanjutan usaha para pedagang. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan positif pariwisata di area wisata premium Nusa Dua, di mana tingkat kunjungan wisatawan meningkat 18,5 persen dari 3,2 juta pada tahun 2024 menjadi 3,8 juta pada tahun 2025.

Selain itu, tingkat okupansi perhotelan di kawasan tersebut juga menunjukkan angka yang menggembirakan, hampir mencapai 77 persen rata-rata selama tahun 2025. Saat ini, kawasan pariwisata seluas 350 hektare itu memiliki sekitar 5.500 unit kamar yang tersebar di 22 hotel dan vila mewah, menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi