Tahukah Anda? 352 Pendamping Pasien Telah Bersertifikat Internasional, YKPI Ungkap Pentingnya Pelatihan Pendamping Kanker Payudara
Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menegaskan urgensi Pelatihan Pendamping Kanker Payudara bersertifikat internasional untuk mendukung pasien. Mengapa dukungan komprehensif sangat vital?
Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyerukan pentingnya program pelatihan bersertifikat bagi pendamping pasien kanker payudara. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat dukungan psikososial bagi mereka yang tengah berjuang melawan penyakit. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar, di Jakarta pada Senin.
Menurut Linda, pasien kanker payudara tidak hanya menghadapi tantangan fisik dari penyakitnya. Mereka juga bergulat dengan beban emosional, psikologis, dan sosial yang sangat berat. Oleh karena itu, pendekatan pendampingan yang komprehensif dan berkelanjutan menjadi sangat esensial.
Dalam upaya konkret, YKPI bersama Rumah Sakit Onkologi Surabaya dan Reach To Recovery Surabaya menyelenggarakan pelatihan. Kegiatan ini diadakan di Kantor IDI Surabaya pada tanggal 19-20 September 2025. Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan pendamping yang terlatih dan berempati.
Kanker Payudara: Ancaman Serius dan Kebutuhan Dukungan Komprehensif
Kanker payudara tetap menjadi ancaman kesehatan yang serius bagi perempuan di Indonesia dan seluruh dunia. Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar, menyebutkan bahwa angka kasus terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Data Globocan 2020 mencatat lebih dari 68.858 kasus baru dan 22.430 kematian di Indonesia pada tahun tersebut.
Angka-angka ini menempatkan kanker payudara sebagai jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi secara global. Pasien yang didiagnosis dengan penyakit ini membutuhkan dukungan yang melampaui aspek medis semata. Dukungan psikososial menjadi sama pentingnya untuk membantu mereka menghadapi perjalanan pengobatan yang panjang dan menantang.
Dalam konteks ini, peran seorang pendamping menjadi sangat fundamental. Pendamping harus memiliki pelatihan yang memadai serta empati yang tinggi. Mereka bertugas memberikan bimbingan dan harapan di tengah proses pengobatan yang seringkali berat.
Dukungan yang diberikan meliputi aspek emosional, edukasi kepada pasien dan keluarga, serta memastikan ketaatan terhadap jadwal pengobatan. Pendamping juga berperan sebagai jembatan sosial dan komunitas, serta memberikan bimbingan pascapengobatan.
Pelatihan Bersertifikat: Meningkatkan Kapasitas Pendamping Pasien Kanker Payudara
Merespons kebutuhan mendesak akan pendamping yang berkualitas, YKPI mengambil langkah strategis. Mereka berkolaborasi dengan Rumah Sakit Onkologi Surabaya, Reach To Recovery Surabaya, dan TUV Rheinland Indonesia. Kolaborasi ini menghasilkan program Pelatihan Pendamping Kanker Payudara bersertifikat internasional.
Pelatihan tersebut diselenggarakan di Kantor IDI Surabaya pada tanggal 19-20 September 2025. Sebanyak 37 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari delapan tenaga kesehatan, dua psikolog, dan 27 relawan komunitas. Kehadiran berbagai latar belakang peserta menunjukkan pendekatan holistik dalam pendampingan.
Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan angkatan ketujuh yang telah diselenggarakan. "Kegiatan pelatihan seperti ini telah dilaksanakan YKPI sebanyak 6 (enam) angkatan dan tahun ini merupakan angkatan ke-7," ujarnya. Total 352 peserta telah berhasil lulus sertifikasi internasional dari TUV Rheinland Indonesia dari angkatan sebelumnya.
Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya YKPI untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para pendamping. Tujuannya adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang terlatih secara profesional. Sertifikat TUV Rheinland Internasional menjadi bentuk pengakuan atas kompetensi peserta secara global, memastikan standar kualitas yang tinggi.
Dampak dan Harapan: Pendampingan Penuh Kasih dan Keberpihakan
Pelatihan yang diselenggarakan YKPI ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan teknis terkait kanker payudara. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membangun empati dan keterampilan komunikasi yang efektif. Aspek komitmen kemanusiaan juga ditekankan agar layanan pendampingan menjadi lebih bermakna.
Dengan adanya pendamping yang terlatih dan bersertifikat, diharapkan pasien kanker payudara dapat menerima dukungan optimal. Pendampingan yang penuh kasih dan keberpihakan akan sangat membantu pasien melewati masa-masa sulit. Ini juga akan memperkuat semangat mereka dalam menjalani setiap tahapan pengobatan.
Inisiatif YKPI melalui Pelatihan Pendamping Kanker Payudara ini adalah investasi jangka panjang. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem dukungan yang lebih kuat dan terstruktur bagi pasien. Dengan demikian, kualitas hidup pasien kanker payudara di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.
Sumber: AntaraNews