SPPG Mandiri Blado Tarik Ratusan Porsi MBG Batang, Siswa Keluhkan Mual
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Blado menarik 133 porsi MBG Batang dari SD Kalipancur 02 setelah siswa mengeluhkan mual dan daging ayam terdeteksi kemerahan serta berbau amis.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan penarikan 133 porsi Makanan Bergizi (MBG) pada Selasa (31/3). Penarikan ini dilakukan dari Sekolah Dasar Kalipancur 02, Kecamatan Blado, untuk mencegah potensi risiko kesehatan pada siswa. Langkah cepat ini diambil setelah adanya laporan mengenai kondisi makanan yang tidak layak konsumsi.
Kepala SPPG Mandiri Blado, Azis Indratmoko, membenarkan adanya pengembalian menu MBG dari SD Kalipancur 02. Pihaknya langsung merespons dengan menarik seluruh menu MBG yang telah didistribusikan, termasuk ke beberapa sekolah lain di wilayah tersebut. Insiden ini menjadi perhatian serius untuk menjamin kualitas gizi anak-anak sekolah.
Guru SD Kalipancur 02, Waluyo, melaporkan bahwa daging ayam dalam menu MBG terlihat kemerahan dan mengeluarkan bau amis menyengat. Beberapa siswa yang sempat mengonsumsi makanan tersebut bahkan mengeluhkan mual, memicu kekhawatiran serius akan keamanan pangan. Sampel makanan kini telah diambil oleh Puskesmas untuk uji laboratorium.
Kronologi Penarikan dan Kondisi Makanan
Penarikan 133 porsi Makanan Bergizi (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Blado terjadi pada Selasa (31/3) di SD Kalipancur 02, Kecamatan Blado, Batang. Guru sekolah, Waluyo, menjadi pihak pertama yang mendeteksi kejanggalan pada menu makanan yang didistribusikan. Kondisi ini terdeteksi saat proses penyaluran makanan kepada peserta didik sedang berlangsung.
Waluyo menjelaskan bahwa daging ayam di bagian dalam masih tampak kemerahan dan mengeluarkan aroma anyir yang kuat. Temuan ini segera dilaporkan kepada pihak SPPG Mandiri Blado. Merespons laporan tersebut, Kepala SPPG Mandiri Blado, Azis Indratmoko, segera memerintahkan penarikan seluruh menu MBG yang sudah beredar.
Penarikan tidak hanya terbatas pada SD Kalipancur 02, tetapi juga mencakup beberapa sekolah lain yang telah menerima distribusi menu serupa. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi potensi risiko kesehatan yang lebih luas pada siswa. Pihak SPPG menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani masalah kualitas makanan.
Dugaan Penyebab dan Dampak pada Siswa
Azis Indratmoko dari SPPG Mandiri Blado menjelaskan bahwa warna kemerahan pada daging ayam bisa disebabkan oleh proses marinasi dalam tahap pengolahan. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi serius untuk meningkatkan jaminan kualitas produk ke depan. Penjelasan ini mencoba memberikan konteks teknis di balik kondisi makanan.
Namun, temuan Waluyo, guru SD Kalipancur 02, menunjukkan indikasi yang lebih mengkhawatirkan. Selain warna kemerahan, daging ayam juga berbau amis menyengat, yang mengindikasikan kemungkinan masalah lebih dari sekadar proses marinasi. Perbedaan persepsi ini menyoroti perlunya penyelidikan lebih lanjut.
Dampak langsung dari konsumsi MBG yang bermasalah ini dirasakan oleh beberapa siswa. Waluyo mengungkapkan bahwa siswa kelas IV yang terlanjur menyantap menu tersebut kemudian merasakan ketidaknyamanan, seperti mual. Kejadian ini memperkuat dugaan adanya masalah kualitas yang serius pada makanan yang didistribusikan.
Investigasi dan Upaya Peningkatan Kualitas
Menanggapi insiden ini, pihak berwenang segera bertindak. Kepala Kepolisian Sektor Blado, AKP Sapto Winengku, mengonfirmasi bahwa sampel menu MBG tersebut telah diambil oleh pihak Puskesmas. Sampel ini akan menjalani uji laboratorium untuk menentukan kelayakan konsumsi makanan tersebut oleh anak-anak. Hasil uji lab sangat dinantikan untuk memberikan kejelasan.
SPPG Mandiri Blado menyatakan komitmennya untuk menjadikan insiden ini sebagai evaluasi penting. Azis Indratmoko menegaskan bahwa meskipun warna merah bisa dipengaruhi oleh marinasi, hal ini tetap menjadi catatan evaluasi agar kualitas makanan ke depan lebih terjamin. Fokus utama adalah memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.
Peningkatan jaminan kualitas produk menjadi prioritas utama SPPG Mandiri Blado pasca-kejadian ini. Mereka berjanji untuk meninjau kembali seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan bahwa semua makanan yang disalurkan aman dan bergizi bagi siswa.
Sumber: AntaraNews