Sidang Kasus Chromebook Dikawal TNI, Ini Penjelasan Kapuspen
TNI menjelaskan kehadiran prajurit di sidang Nadiem Makarim merupakan pengamanan atas permintaan Kejaksaan dan tidak berkaitan dengan substansi perkara.
Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen) Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memberikan penjelasan terkait kehadiran anggota TNI dalam persidangan perkara pengadaan Chromebook yang menghadirkan eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim.
Menurut Aulia, prajurit TNI yang berada di ruang sidang tidak berkaitan dengan materi perkara dan hanya menjalankan tugas pengamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kehadiran anggota TNI tersebut tidak terkait dengan perkara yang sedang disidangkan. Kehadiran yang bersangkutan semata-mata menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu berdasarkan MoU antara TNI dan Kejaksaan, serta adanya permintaan pengamanan dari Kejaksaan kepada TNI,” kata Brigjen Aulia saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, adanya TNI di situ sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang Perlindungan Negara terhadap Jaksa dalam menjalankan tugas dan fungsi Kejaksaan RI, khususnya Pasal 4 huruf b yang mengatur peran TNI.
Aulia menegaskan, keberadaan TNI tidak akan memengaruhi jalannya persidangan. Ia menyatakan TNI tetap menjunjung prinsip netralitas dan menghormati independensi lembaga peradilan.
“TNI tetap menghormati independensi peradilan, bersikap netral, profesional, dan tidak terlibat dalam proses hukum perkara tersebut,” ujarnya.
Hakim Sampai Tegur Prajurit TNI
Sebelumnya, kehadiran anggota TNI di ruang sidang menarik perhatian publik dan majelis hakim. Hakim yang memimpin persidangan, Purwanto, sempat menegur prajurit yang berdiri di area ruang sidang karena dinilai mengganggu jalannya sidang dan aktivitas peliputan media.
“Sebelum dilanjutkan, ini rekan TNI dari mana ya? Mungkin bisa ambil posisi jangan berdiri di situ pak, karena mengganggu kamera,” ujar Hakim Purwanto saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Hakim kemudian meminta anggota TNI untuk mundur dan menyesuaikan posisi agar tidak mengganggu pengunjung sidang maupun awak media.