Siapkan Talenta Pemasaran Global, Universitas Prasetiya Mulya Gandeng University of Canterbury dan Industri
Program ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk terhubung, berbagi wawasan, serta melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.
Universitas Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan Immersion Program bersama University of Canterbury (UC), New Zealand, sebagai bagian dari penguatan pembelajaran global bagi mahasiswa Program Studi S1 International Marketing.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus BSD pada 27 November tersebut mempertemukan 21 mahasiswa University of Canterbury dari berbagai jurusan dengan 31 mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya dalam rangkaian aktivitas kolaboratif berbasis experiential learning.
Kolaborasi internasional dalam pendidikan tinggi dinilai menjadi kebutuhan strategis di tengah percepatan globalisasi dan integrasi ekonomi dunia. World Economic Forum (WEF) secara konsisten menempatkan adaptabilitas dan kecerdasan emosional sebagai bagian dari keterampilan masa depan yang berkaitan erat dengan kompetensi lintas budaya.
Sementara itu, Bank Dunia mencatat kawasan Asia Timur dan Pasifik sebagai motor pertumbuhan ekonomi global yang kerap melampaui rata-rata dunia. Dinamika tersebut menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium penting dalam memahami perilaku pasar internasional, sekaligus menegaskan urgensi pengalaman belajar berperspektif global bagi mahasiswa.
Dalam Immersion Program ini, mahasiswa diajak memahami perilaku konsumen dan consumer insight dalam konteks pasar global melalui interaksi lintas budaya secara langsung sejak semester awal perkuliahan.
Untuk memperkuat perspektif industri, program ini juga menghadirkan sesi guest lecture dari PT Kino Indonesia Tbk. Rangkaian kegiatan mencakup group discussion, guest lecture, hingga final presentation yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan temuan dan rekomendasi berbasis riset konsumen.
Head of Cooperation & Partnership School of Business and Economics Universitas Prasetiya Mulya, Angelica Natasha, M.M., mengatakan Immersion Program tersebut merupakan tahun kedua kerja sama antara Universitas Prasetiya Mulya dan University of Canterbury.
"Ini merupakan bentuk konkret dari komitmen kami menghadirkan pembelajaran yang relevan, global, dan berbasis pengalaman nyata," ujarnya.
Menurut Angelica, melalui kolaborasi lintas negara, mahasiswa belajar melihat konsumen tidak hanya sebagai data, tetapi sebagai bagian dari konteks budaya yang kompleks. Kompetensi tersebut dibangun sejak semester pertama agar mahasiswa siap menjadi pemasar global yang adaptif dan berdaya saing.
Hal senada disampaikan Lecturer in Marketing University of Canterbury, Dr. William Shanon. Ia menilai program ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk terhubung, berbagi wawasan, serta melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.
"Ini adalah contoh nyata pembelajaran internasional lintas budaya dan bagaimana kolaborasi ide dari berbagai budaya dapat menghasilkan wawasan yang lebih kaya," katanya.
Kolaborasi 2 Negara
Dari sisi industri, GM Head of Creative and Digital Marketing PT Kino Indonesia, Christian Widi Nugraha, menilai program tersebut menarik untuk menggali insight melalui kolaborasi lintas negara.
"Bukan hanya insight dari perusahaan, tetapi juga karena kolaborasi dua negara dapat menghasilkan kebutuhan dan sudut pandang yang berbeda. Kami dari industri dapat memberikan informasi dan edukasi yang bermanfaat bagi calon pemasar baru," ujarnya.
Insiatif Kolaboratif
Melalui inisiatif kolaboratif ini, Universitas Prasetiya Mulya memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan bisnis berbasis pengalaman dan berorientasi global.
Program Studi S1 International Marketing secara konsisten membekali mahasiswa dengan wawasan lintas budaya serta kemampuan analitis untuk bersaing di pasar internasional.