Sepak Terjang Tim Jupiter Aerobatik Indonesia, Penerbang Tampil Memukau Depan Prabowo saat HUT ke-80 RI
Upacara peringatan HUT ke-80 RI di Istana Negara dimeriahkan oleh manuver terbang yang mengesankan dari Tim Jupiter Aerobatik.
Upacara HUT ke-80 RI di Istana Negara menyajikan atraksi terbang yang menakjubkan dari Tim Jupiter Aerobatik. Para pilot terampil dari TNI AU ini menampilkan berbagai manuver di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para tamu negara.
Mereka memulai penerbangan dari Lapangan Selatan Lanud Halim Perdanakusuma. Di atas langit Istana Merdeka, tim Jupiter menunjukkan keahlian mereka dengan melakukan serangkaian formasi terbang menggunakan 8 pesawat.
Manuver yang mereka lakukan mencakup arrowhead pass, low speed pass dengan efek bendera, snake loop, mirror, hingga arrowhead loop dan bomb burst.
Pesawat jenis KT-1B Wongbee terlihat melayang sambil mengeluarkan asap berwarna merah dan putih dari bagian belakangnya. Tim Jupiter juga berhasil membentuk formasi lingkaran yang memukau, membuat Prabowo dan para peserta upacara terkesima.
Penampilan kali ini sangat istimewa karena untuk pertama kalinya, tim mempersembahkan asap (smoke) merah-putih langsung dari knalpot pesawat propeller. Persiapan untuk penggunaan smoke ini memerlukan waktu yang panjang karena melibatkan aspek teknis dan keamanan yang ketat.
Profil Tim Jupiter Aerobatic TNI AU
Dikutip dari website tni-au.mil.id, Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU dibentuk pada tahun 1997 berkat inisiatif dari para instruktur penerbang yang menggunakan pesawat MK 53 HS Hawk buatan British Aerospace, Inggris. Nama Jupiter diambil dari sebutan untuk instruktur penerbang yang mengajar di Lanud Adisutjipto.
Tim Aerobatik Jupiter melakukan penampilan perdana pada HUT TNI yang jatuh pada 5 Oktober 1997 dengan menggunakan empat pesawat MK 53 HS Hawk. Setelah mengalami masa vakum beberapa tahun, TNI AU kembali merintis tim aerobatik di awal tahun 2008 dengan pesawat KT 1 Woongbee dari pabrikan Korea yang memperkuat Skadron Pendidikan 102 Yogyakarta.
Pada tahun 2011, Jupiter Aerobatic Team mulai menggunakan enam pesawat berwarna merah putih yang terbang dengan manuver yang lebih bervariasi dan menawan. Tim Aerobatik Jupiter, sebagai andalan TNI AU, terus menunjukkan penampilan yang mengesankan di berbagai ajang internasional.
Ragam manuver yang ditampilkan membuat pesawat terlihat seolah menari dengan lincah di udara. Gerakan yang memukau dari tim ini merupakan hasil kerja keras para pilot yang terus berlatih meskipun mereka sudah memiliki pengalaman dengan jam terbang yang tinggi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317819/original/068364300_1755407117-Screenshot_2025-08-17_115901.jpg)
Jupiter Aerobatic Team saat ini dipimpin oleh Letkol Pnb Hermawan Muhamad Kisha, yang juga menjabat sebagai komandan Skadron Pendidikan 102 di Lanud Adisutjipto. Di balik prestasi gemilang para pilot tim Jupiter, terdapat dua sosok instruktur yang sangat berperan, yaitu Kolonel Pnb Anang Nurhadi dan Mayor Pnb James 'Octopus'. Anang, lulusan Akademi TNI AU angkatan 1987, memiliki pengalaman terbang yang sangat luas dengan ribuan jam terbang. Ia pernah menjabat sebagai komandan Wingdik Terbang dan juga sebagai komandan Lanud Banjarmasin, serta telah menerbangkan berbagai jenis pesawat seperti AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53, F-5 Tiger, dan F-16.
Di sisi lain, James 'Octopus', yang lahir di Airmadidi, Sulawesi Utara, adalah alumnus AAU angkatan 1996. Selain mereka, terdapat juga Mayor Pnb Feri "Mirage" Yunaldi, seorang penerbang asal Pariaman, Sumatera Barat, yang merupakan mantan anggota Jupiter 2. Feri juga memiliki pengalaman menerbangkan beberapa jenis pesawat seperti AS-202 Bravo, T-34 C, Kt-1 B, Hawk MK 53, dan Hawk 109/2. Ketiga instruktur ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan pilot, baik secara individu maupun tim, sehingga mereka dapat tampil dengan aman dan memukau di udara, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.