Santri Ponpes di Bajeng Gowa Dianiaya Senior, Pingsan hingga Hidung Berdarah
Kepolisian sudah menerima laporan terkait tindak kekerasan di sebuah pondok tahfiz yang ada di Kecamatan Bajeng.
Aksi kekerasan terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Seorang santri berinisial MR (15) mengalami tindak kekerasan dilakukan seniornya.
Orang tua korban, Jamaluddin mengatakan, aksi kekerasan dialami anaknya terjadi pada pukul 09.00 Wita, Sabtu (12/4) lalu. Akibat kekerasan tersebut, anaknya mengalami luka di mata, pundak, dan hidung.
"Luka di bagian mata bengkak, terus ada di bagian pundaknya ada bekas sama keluar darah di hidung," kata Jamaluddin kepada wartawan di Mapolres Gowa, Jumat (18/4).
Korban Pingsan
Tak hanya luka, menurut Jamaluddin, korbn bahkan sempat pingsan akibat dianiaya seniornya. Jamaluddin menyebut, usai penganiayaan tersebut langsung membawa anaknya ke rumah sakit.
"Menurut keterangan anak saya sempat tidak sadarkan diri. Pihak pondok menyampaikan bahwa anak saya dipukul. Saya suruh panggil anak saya, setelah saya lihat anak saya, saya langsung bawa ke rumah sakit karena mengalami pembengkakan pada mata," kata dia.
Jamaluddin mengungkapkan anaknya mendapatkan kekerasan dari seniornya karena merasa terganggu dengan suara korban. Alasannya, saat itu pelaku sedang beristirahat.
"Ada temannya anak saya panggil. Cuma suaranya agak keras, sampai dia dipukul," ucap Jamaluddin.
Kronologi Penganiayaan
Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Gowa Inspektur Dua Sri Asmanandaini mengatakan kepolisian sudah menerima laporan terkait tindak kekerasan di sebuah pondok tahfiz yang ada di Kecamatan Bajeng. Sri menyebut kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
"Benar bahwa ada laporannya sudah diterima terkait penganiayaan dilakukan di pondok Tahfidz di Kecamatan Bajeng. Sekarang pelaku, korban, dan saksi sudah kami periksa, sudah kami proses penyelidikannya," kata Sri.
Sri menjelaskan kronologi kekerasan terjadi saat korban sedang bercerita dengan temannya. Di saat bersamaan, pelaku sedang istirahat dan merasa terganggu.
"Pada saat korban sedang bermain dan bercerita bersama teman-temannya ini pelaku sedang istirahat. Jadi merasa terganggu, sehingga pelaku jengkel dan marah-marah kepada korban lalu memukul mata korban satu kali," ujar dia.
Akibat kekerasan tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bajeng untuk mendapatkan perawatan. Apalagi korban sempat tidak sadarkan diri.
"Penyampaian dari korban sempat pingsan dan dibawa ke puskesmas untuk dilakukan visum dan pemeriksaan oleh dokter. Sejauh ini kami masih melakukan pemeriksaan terkait laporan tersebut untuk memastikan kebenaran terkait yang dilaporkan," pungkas dia.