Ribuan Jemaat GKIT Paroki Cikarang Khidmat Ikuti Ibadah Jumat Agung Jelang Paskah
Ribuan jemaat Gereja Katolik Ibu Teresa (GKIT) Paroki Cikarang memadati gereja untuk mengikuti ibadah Jumat Agung jelang Paskah, dengan pengamanan ketat dari berbagai pihak.
Ribuan jemaat Gereja Katolik Ibu Teresa (GKIT) Paroki Cikarang memenuhi gereja di kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mereka berkumpul pada Jumat, 3 April 2026, untuk mengikuti ibadah Jumat Agung. Ibadah ini merupakan bagian penting dari rangkaian Trihari Suci menjelang perayaan Paskah.
Seluruh area gereja, termasuk tenda tambahan di luar gedung, dipadati oleh jemaat yang mengikuti misa dengan penuh kekhidmatan. Ibadah dapat diikuti secara langsung maupun melalui layar dan pengeras suara yang disediakan bagi jemaat yang berada di tenda. Kehadiran jemaat yang masif menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut Paskah.
Pastor GKIT Paroki Cikarang, Romo Robertus Guntur Dewantoro, mengungkapkan bahwa rangkaian Jumat Agung ini telah dimulai sejak Kamis (2/4/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi panitia dengan berbagai pihak terkait. Sinergi ini bertujuan menjaga keamanan serta kelancaran seluruh rangkaian acara ibadah.
Pengamanan Maksimal untuk Kelancaran Ibadah Jumat Agung Cikarang
Romo Guntur secara khusus mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian, terutama perhatian dari Ibu Kapolres Metro Bekasi. Berkat kerja sama ini, pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan aman dan khidmat. Dukungan penuh dari aparat keamanan sangat dirasakan oleh pihak gereja.
Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Pol. Sumarni, menjelaskan bahwa pengamanan ibadah umat Katolik dilakukan di total 118 titik di wilayahnya. Titik-titik ini mencakup GKIT Paroki Cikarang dan GBI Graha Bethany Cikarang, memastikan keamanan menyeluruh bagi para jemaat. Langkah ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban umum.
Kapolres Sumarni juga menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada jemaat. Ia mengimbau agar masyarakat dapat menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Apabila ada persoalan, disarankan untuk menyelesaikannya melalui musyawarah kekeluargaan.
Selain itu, jemaat diingatkan untuk tidak ragu menghubungi layanan kepolisian jika membutuhkan bantuan. Nomor darurat 110 serta layanan interaktif "Curhat Langsung ke Bunda Kapolres (CLBK)" telah disosialisasikan. Layanan ini memastikan respons cepat dari pihak kepolisian.
Moderasi Beragama Kunci Harmoni di Kabupaten Bekasi
Kapolres Sumarni menekankan pentingnya terus meningkatkan moderasi beragama yang telah terjalin harmonis di tengah masyarakat. Hal ini krusial untuk menjaga Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang religius dan harmonis. Keberagaman harus menjadi kekuatan, bukan pemecah belah.
"Mari kita terus menjaga hubungan baik, meningkatkan toleransi beragama antar pemeluk agama," kata Kapolres Sumarni. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya saling menghormati di tengah perbedaan. Toleransi adalah fondasi utama kerukunan sosial.
Meskipun terdapat keberagaman suku dan agama, Kapolres berharap masyarakat tetap dapat hidup berdampingan secara harmonis. Semangat kebersamaan dan saling pengertian perlu terus dipupuk. Kabupaten Bekasi diharapkan menjadi contoh keberagaman yang rukun.
Sumber: AntaraNews