Polres Garut Amankan Gereja Selama Jumat Agung, Ratusan Personel Dikerahkan

Polres Garut amankan gereja di enam lokasi selama peringatan Jumat Agung dengan mengerahkan ratusan personel gabungan, memastikan ibadah berjalan aman dan nyaman bagi umat Nasrani.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Garut Amankan Gereja Selama Jumat Agung, Ratusan Personel Dikerahkan
Polres Garut amankan gereja di enam lokasi selama peringatan Jumat Agung dengan mengerahkan ratusan personel gabungan, memastikan ibadah berjalan aman dan nyaman bagi umat Nasrani. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Garut mengerahkan 466 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian kegiatan Jumat Agung. Pengamanan ini mencakup enam gereja yang tersebar di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh ibadah dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Personel gabungan tersebut berasal dari kepolisian, TNI, dan berbagai instansi terkait lainnya. Mereka telah disiagakan sejak Kamis (2/4), sehari sebelum peringatan Jumat Agung. Kesiapan ini menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga ketertiban umum.

Fokus utama pengamanan adalah memberikan rasa aman serta menjamin kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Terutama bagi umat Nasrani di Garut yang merayakan rangkaian ibadah Paskah. Kehadiran petugas diharapkan menciptakan suasana kondusif.

Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi menjelaskan bahwa total 466 personel gabungan telah disiapkan. Personel ini mencakup jajaran Kepolisian Resor Garut, Polsek Garut Kota, serta satuan lainnya. Mereka disebar ke berbagai titik pengamanan sejak Kamis (2/4).

Sebelum pelaksanaan ibadah, kepolisian telah melakukan sterilisasi di setiap gereja dan lingkungan sekitarnya. Sterilisasi ini bertujuan untuk memastikan tidak ada gangguan atau benda mencurigakan yang dapat mengancam keamanan. Prosedur ini merupakan bagian standar dari protokol pengamanan.

Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar. Petugas berseragam terlihat berjaga di area gereja, sementara personel tidak berseragam juga melakukan pemantauan. Pendekatan berlapis ini diharapkan dapat mengantisipasi potensi ancaman.

Pengamanan oleh Polres Garut mencakup berbagai rangkaian ibadah penting bagi umat Nasrani. Dimulai dari kegiatan Kebaktian Kamis Putih yang telah digelar di Gereja Santa Maria dan Gereja Kristen Pasundan, Garut Kota. Petugas memastikan kelancaran setiap sesi ibadah tersebut.

Selanjutnya, pengamanan berlanjut untuk ibadah Wafat Isa Al-Masih atau Jumat Agung pada hari Jumat. Ini merupakan salah satu puncak peringatan Paskah yang dihadiri banyak jemaat. Kehadiran aparat sangat vital untuk menjaga kekhusyukan ibadah.

Tidak hanya itu, pengamanan juga akan dilakukan selama ibadah Sabtu Sunyi pada Sabtu (4/4/2026) dan ibadah Minggu Paskah pada Minggu (5/4/2026). Seluruh rangkaian ini menjadi fokus perhatian aparat keamanan. Tujuannya agar umat dapat beribadah dengan tenang dan damai.

Kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman. Terutama bagi umat Nasrani di Garut yang melaksanakan rangkaian ibadah Paskah. Ini adalah wujud dukungan terhadap kebebasan beragama.

Ipda Susilo Adhi menegaskan bahwa Polri menjamin kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Pengamanan ini adalah implementasi dari tugas pokok Polri. Tugas tersebut adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat tanpa terkecuali.

Dengan pengamanan yang ketat dan terkoordinasi ini, diharapkan seluruh umat Nasrani di Garut dapat merayakan Paskah dengan khidmat. Mereka dapat fokus pada makna spiritual dari setiap ibadah. Ini juga menjadi contoh sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi