Ribuan Hadir di Maulid Nabi, Kapolri Ajak Jaga Persatuan Bangsa: Jangan Sampai Gagal Jadi Negara Maju!
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika, mengingatkan pentingnya persatuan demi Indonesia maju.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyerukan ajakan penting kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Seruan ini disampaikan di tengah berbagai dinamika yang ada, menegaskan bahwa keutuhan bangsa adalah tanggung jawab bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Listyo dalam sambutan acara doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan akbar ini diselenggarakan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya pada Minggu, 8 September, dihadiri oleh ribuan undangan dari berbagai latar belakang.
Tujuan utama dari ajakan ini adalah untuk memastikan Indonesia dapat memanfaatkan momentum bonus demografi dan mewujudkan cita-cita sebagai negara maju. Kapolri mengingatkan bahwa kelengahan dalam menjaga persatuan dapat menggagalkan potensi besar bangsa ini.
Sejarah dan Kekuatan Persatuan Bangsa
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kembali sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia yang pernah berada di bawah penjajahan. Pada masa itu, masyarakat sengaja dipecah belah oleh pihak kolonial untuk melemahkan perlawanan.
Namun, dengan semangat perjuangan yang membara dan tekad untuk bersatu, kemerdekaan berhasil diraih. Bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan adat istiadat mampu bersatu menjadi satu kesatuan yang kokoh.
"Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, bangsa, adat istiadat, ini menjadi satu kekuatan yang terus bersatu untuk bersama-sama menjaga dan terus merawat negara kesatuan kita yang tercinta, Republik Indonesia," ujar Kapolri, menekankan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan.
Merawat kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah adalah tugas kolektif. Dengan demikian, Indonesia dapat benar-benar menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya.
Tantangan dan Peluang Menuju Indonesia Maju
Kapolri tidak memungkiri bahwa saat ini merupakan masa-masa krusial bagi bangsa Indonesia, terutama dengan adanya bonus demografi yang akan segera tiba. Bonus demografi ini, jika dimanfaatkan secara optimal, dapat menjadi pendorong utama bagi Indonesia untuk semakin mendekat pada status negara maju.
Namun, potensi besar ini juga diiringi oleh risiko. Listyo Sigit Prabowo memperingatkan bahwa jika masyarakat lengah, mudah disusupi, atau dipecah belah, maka cita-cita untuk menjadi negara maju bisa gagal. "Karena kita lengah, kita disusupi, kita dipecah, akhirnya kita gagal menjadi negara maju. Tentunya itu adalah pilihan kita bersama," tegasnya.
Dalam proses menuju negara maju, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Meskipun Indonesia memiliki keberagaman yang sangat kaya, persatuan dan kesatuan harus tetap menjadi prioritas utama dan landasan bagi kemajuan.
Komitmen Polri dan Dukungan Masyarakat
Polri secara tegas menyatakan komitmennya untuk selalu berada di garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menciptakan kondusivitas di tengah masyarakat. Dengan adanya persatuan dan kesatuan, pembangunan di Indonesia dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan.
"Dengan situasi kamtibmas yang kondusif, maka pertumbuhan ekonomi bisa dilaksanakan. Pemerintah bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan ini menjadi cita-cita kita bersama," kata Kapolri, menjelaskan hubungan erat antara keamanan dan pembangunan.
Acara doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi salah satu wujud nyata dari upaya menjaga persatuan. Acara tersebut dihadiri oleh 6.316 undangan, termasuk jajaran pejabat utama Mabes Polri, TNI, Polda, tokoh agama dan masyarakat, komunitas ojek online, Kokam Muhammadiyah, Senkom, Banser NU, buruh, Laskar Merah Putih, hingga Forkopimda DKI Jakarta.
Selain ceramah oleh Ustadz Adi Hidayat dan KH Zulfa Mustofa, Jenderal Sigit juga memberikan santunan kepada 400 anak yatim secara simbolis. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian sosial dan memperkuat ikatan antar elemen masyarakat.
Sumber: AntaraNews