Ribuan ASN Bersihkan Sekolah Aceh Terdampak Bencana, Pemprov Aceh Percepat Pemulihan Pendidikan
Pemerintah Provinsi Aceh mengerahkan ribuan ASN untuk membersihkan sekolah terdampak bencana, mempercepat pemulihan pendidikan dan memastikan aktivitas belajar mengajar segera dimulai kembali di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan pascabencana dengan mengirimkan 4.000 relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahap kedua bakti sosial. Mereka akan fokus membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di berbagai kabupaten.
Langkah ini diambil guna mempercepat proses pemulihan fasilitas pendidikan menjelang dimulainya kembali aktivitas sekolah pada 5 Januari 2026, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Juru Bicara Pemprov Aceh, Muhammad MTA, menyatakan bahwa penugasan ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya.
Sebelumnya, pada 29-30 Desember 2025, Pemprov Aceh juga telah mengerahkan 3.000 relawan ASN tahap pertama untuk membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir. Total 7.000 ASN telah dikerahkan dalam dua gelombang untuk membantu pemulihan pascabencana di Aceh.
Aksi Cepat Pemprov Aceh Libatkan Ribuan ASN
Penugasan relawan ASN tahap kedua ini dimulai pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan melibatkan 4.000 personel dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Berbeda dengan tahap pertama, keberangkatan para relawan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing SKPA.
Keputusan ini diambil untuk menghindari kemacetan lalu lintas, terutama di jembatan penghubung Kuta Blang dan Awe Geutah di Kabupaten Bireuen yang saat ini masih berstatus jembatan darurat. Muhammad MTA menjelaskan, “Langkah ini dilakukan untuk menghindari kemacetan lalu-lintas terutama di jembatan penghubung Kuta Blang dan Awe Geutah Kabupaten Bireuen (jembatan darurat).”
Para ASN yang bertugas juga diberangkatkan dengan dukungan penuh fasilitas dari SKPA masing-masing, termasuk peralatan kerja dan kebutuhan dapur umum. Hal ini memastikan kelancaran operasional dan efektivitas kerja para relawan di lapangan.
Fokus Pemulihan Pendidikan di Wilayah Terdampak
Fokus utama penugasan ASN pada tahap kedua ini adalah membersihkan sekolah-sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Prioritas diberikan pada sekolah di Aceh Tamiang, mengingat wilayah ini mengalami dampak bencana yang cukup signifikan.
Target utama adalah memastikan seluruh fasilitas pendidikan siap digunakan kembali pada 5 Januari 2026, saat aktivitas belajar mengajar dijadwalkan aktif kembali. Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menekankan pentingnya pemulihan cepat agar hak anak-anak untuk belajar tidak terganggu.
Di lapangan, para relawan ASN akan berkoordinasi erat dengan pos komando kabupaten/kota serta bergabung dengan petugas dan relawan lain. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak seperti BNPB, TNI/Polri, dan masyarakat setempat untuk mempercepat proses pembersihan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Bangkit dari Bencana
Muhammad MTA menegaskan bahwa penugasan relawan ASN ini akan terus dilakukan secara bertahap dan simultan. Ini menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus mendukung pemulihan pascabencana hingga kondisi kembali normal.
Berbagai langkah pemulihan ini juga berada di bawah supervisi ekstra dari pemerintah pusat, memastikan koordinasi yang efektif dan bantuan yang tepat sasaran. Gubernur Aceh secara konsisten menyerukan persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Harapan Gubernur adalah agar seluruh masyarakat Aceh dapat terus bersatu demi bangkit lebih baik dari dampak bencana ini. Upaya kolektif ini diharapkan dapat mengembalikan kehidupan normal dan membangun kembali wilayah yang terdampak.
Sumber: AntaraNews