Bupati Temanggung Lepas Bantuan Rp1,24 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Bupati Temanggung Agus Setyawan secara resmi melepas tim relawan dan Bantuan Temanggung Peduli Aceh Tamiang senilai Rp1,24 miliar, yang difokuskan pada rehabilitasi sektor pendidikan pasca bencana hidrometeorologi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Temanggung Lepas Bantuan Rp1,24 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Bupati Temanggung Agus Setyawan secara resmi melepas tim relawan dan Bantuan Temanggung Peduli Aceh Tamiang senilai Rp1,24 miliar, yang difokuskan pada rehabilitasi sektor pendidikan pasca bencana hidrometeorologi. (AntaraNews)

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, secara resmi melepas tim relawan gabungan bersama dengan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,24 miliar yang ditujukan bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang. Pelepasan tim dan logistik ini berlangsung di Rumah Dinas Bupati Pendopo Pengayoman Temanggung, Jawa Tengah, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Misi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat Temanggung terhadap saudara-saudara mereka yang terdampak bencana alam.

Fokus utama dari Bantuan Temanggung Peduli Aceh Tamiang ini adalah rehabilitasi di sektor pendidikan, dengan target perbaikan dua Sekolah Dasar (SD) dan satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain itu, bantuan juga mencakup penyediaan sarana prasarana sekolah serta seragam bagi para siswa. Dana bantuan sebesar Rp1,24 miliar ini berhasil terkumpul melalui penggalangan dana masyarakat yang dimulai sejak terbitnya Surat Edaran Bupati pada 3 Desember 2025.

Sebanyak 28 personel dari berbagai organisasi relawan telah diterjunkan untuk menjalankan misi kemanusiaan ini selama dua pekan, terhitung mulai tanggal 21 hingga 28 Januari 2026. Mereka akan berupaya maksimal untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat optimal bagi pemulihan pendidikan di Aceh Tamiang. Bupati Agus Setyawan berharap agar para relawan dapat menuntaskan pekerjaan mereka dengan dedikasi penuh.

Bantuan senilai Rp1,24 miliar dari Temanggung ini secara spesifik menyasar sektor pendidikan di Aceh Tamiang, mengingat pentingnya pemulihan fasilitas belajar mengajar bagi anak-anak terdampak bencana. Tiga sekolah menjadi target utama rehabilitasi dalam misi kemanusiaan ini. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SD Negeri Pahlawan di Kecamatan Karang Baru, yang juga akan menjadi markas utama bagi tim relawan selama menjalankan misi.

Selain itu, SD Negeri Upah di Kecamatan Bendahara juga termasuk dalam daftar penerima bantuan, bersama dengan TK Pembina Desa Pahlawan di Aceh Tamiang. Rehabilitasi yang akan dilakukan mencakup berbagai aspek penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Bantuan tersebut meliputi pengecatan ulang ruang kelas, penyediaan unit komputer, serta alat tulis untuk mendukung proses pembelajaran.

Tidak hanya itu, tim relawan juga akan melengkapi sekolah dengan alat kebersihan, meja, dan kursi guru yang memadai. Lebih lanjut, misi ini juga akan memberikan dukungan psikososial melalui kegiatan trauma healing yang ditujukan kepada 50 guru. Sebanyak 500 paket sarana pendidikan, yang terdiri dari tas, sepatu, dan seragam, juga akan dibagikan kepada siswa dengan menggandeng Dinas Pendidikan setempat.

Misi kemanusiaan "Temanggung Peduli Aceh Tamiang" melibatkan 28 personel yang berasal dari lintas organisasi relawan, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat. Mereka dijadwalkan untuk berada di lokasi selama dua pekan, dari tanggal 21 hingga 28 Januari 2026, dengan fokus utama pada penyelesaian rehabilitasi tiga sekolah yang menjadi target. Bupati Agus Setyawan secara khusus menyampaikan pesan kepada para relawan untuk tidak kembali sebelum seluruh pekerjaan rehabilitasi selesai.

"Harapan saya, relawan jangan pulang dulu sebelum tiga sekolah itu selesai direhabilitasi. Jangan hanya tampilannya saja, tetapi fasilitasnya nanti betul-betul bisa digunakan untuk belajar mengajar anak-anak dan saudara-saudara kita di Aceh Tamiang," tegas Bupati Agus Setyawan. Pesan ini menekankan pentingnya kualitas dan fungsionalitas hasil rehabilitasi agar benar-benar dapat mendukung kegiatan belajar mengajar.

Salah satu relawan, Duwik Setiyanto, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah mulia ini. Meskipun sehari-hari bekerja sebagai sopir truk pengangkut sampah di bawah Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Temanggung, Duwik mengemban tugas sebagai pengemudi truk serbaguna BPBD Temanggung untuk misi darat ke Aceh. Keterlibatan berbagai profesi dalam tim relawan ini menunjukkan komitmen kolektif masyarakat Temanggung.

Pengiriman bantuan ke Aceh Tamiang dilakukan melalui jalur darat, dengan truk serbaguna BPBD Temanggung yang dikemudikan oleh Duwik Setiyanto. Truk berkapasitas empat ton ini membawa berbagai logistik esensial untuk mendukung renovasi sekolah. Logistik yang diangkut mencakup cat, peralatan, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan selama proses rehabilitasi.

Duwik Setiyanto menyampaikan permohonan doa restu dari masyarakat Temanggung agar misi kemanusiaan ini berjalan lancar dan sukses. "Kapasitas truk ini empat ton. Di dalamnya berisi cat dan berbagai logistik untuk mendukung renovasi sekolah. Mohon doa restu masyarakat Temanggung agar misi kemanusiaan ini diberikan kelancaran," ujarnya, menggambarkan harapan besar yang diemban oleh tim relawan.

Dukungan dari masyarakat Temanggung, yang diwujudkan melalui penggalangan dana sebesar Rp1,24 miliar, menjadi fondasi utama keberhasilan misi ini. Inisiatif "Temanggung Peduli Aceh Tamiang" menunjukkan solidaritas antarwilayah di Indonesia dalam menghadapi dampak bencana. Bantuan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga membangkitkan semangat dan harapan bagi komunitas pendidikan di Aceh Tamiang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi