Refleksi Mendalam dan Perjalanan Panjang Franz Magnis untuk Indonesia
STFD Driyarkara menekankan tiga sumbangan penting dari pemikiran Franz Magnis.
Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (STFD) merayakan Dies Natalis ke-57 tahun dengan teman yang diangkat 'Magnis untuk Indonesia'. Tema ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi pemikiran Romo Franz Magnis-Suseno, SJ dalam perjalanan panjang bangsa. Selain itu, perayaan ini juga sekaligus menandai ulang tahun ke-90 Romo Franz Magnis.
Dalam siaran pers yang diterima, STFD Driyarkara menekankan tiga sumbangan penting dari pemikiran Franz Magnis.
Kontribusi pertama adalah di bidang etika dan sosial politik Indonesia. Sebagai seorang filsuf yang mendalami etika dan menjalani kehidupan sebagai rohaniwan Katolik Jesuit, Franz Magnis memberikan warna tersendiri dalam keterlibatannya di ranah sosial-politik di Indonesia.
Kontribusi kedua terletak pada bidang teologi, di mana Magnis aktif menulis refleksi mengenai iman dan kehidupan menggereja. Dies Natalis kali ini menggali lebih dalam sumbangan Magnis di bidang teologi dan eklesiologi Gereja Indonesia pasca Vatican II. Gereja Katedral menjadi simbol yang sangat tepat untuk menggambarkan kontribusi Magnis dalam teologi dan eklesiologi, sehingga misa syukur Dies Natalis akan dilaksanakan di Gereja Katedral Jakarta yang telah berusia 125 tahun.
Kontribusi ketiga dari Magnis adalah dalam dialog antarumat beragama. Pemikiran filosofisnya diimplementasikan melalui keterlibatan aktif di berbagai forum lintas-agama, yang merupakan sumbangan berarti bagi kemajuan dialog antar umat beragama. Terowongan silaturahmi di kompleks Gereja Katedral menjadi simbol penting yang menandai dialog antar umat beragama.
Terowongan bawah tanah ini menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. Pada kunjungan apostoliknya ke Indonesia pada tahun 2025, Paus Fransiskus mengunjungi terowongan ini dan berdialog dengan Imam Besar Masjid Istiqlal. Momen bersejarah tersebut semakin memperkuat makna simbolis Terowongan Silaturahmi dalam perayaan Dies Natalis STFD.
Pemutaran Perdana Film The Philosopher's Journey
Salah satu agenda utama dalam rangkaian Dies Natalis adalah pemutaran perdana dan diskusi film dokumenter The Philosopher's Journey karya Marselli Sumarno. Film berdurasi 70 menit ini merekam perjalanan intelektual dan kemanusiaan Magnis sebagai seorang rohaniwan, filsuf, dan suara moral di Indonesia.
Selain itu, Dies Natalis STF Driyarkara juga diisi dengan berbagai acara lain, mulai dari nobar film bertema hak asasi manusia, lingkungan hidup, hingga kebebasan pers. Dalam acara ini, juga terdapat lomba esai nasional yang mengajak peserta untuk menuangkan gagasan serta refleksi kritis mengenai Indonesia melalui tulisan yang mendalam dan inspiratif.
STF Driyarkara tidak hanya menyelenggarakan lomba esai, tetapi juga lomba debat tingkat SMA. Kompetisi ini menjadi arena pembelajaran bagi generasi muda untuk berpikir kritis, argumentatif, dan dialogis. Perayaan Dies Natalis STF Driyarkara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali kontribusi Magnis bagi Indonesia, terutama dalam bidang filsafat, etika politik, demokrasi, hubungan antaragama, pendidikan, dan kemanusiaan.
Selama lebih dari setengah abad, Magnis dikenal sebagai salah satu intelektual publik yang konsisten menyuarakan nilai-nilai etis, dialog, dan keberpihakan pada martabat manusia sekaligus ikut mendirikan STF Driyarkara.
Melalui perayaan ini, STF Driyarkara hendak menegaskan kembali pentingnya filsafat yang berpihak pada manusia, keberanian moral dalam kehidupan publik, serta dialog lintas perbedaan sebagai fondasi kehidupan demokratis di Indonesia. Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 26 Mei 2026.
Gereja Katedral dipilih sebagai tempat Malam Penutup Dies Natalis STFD karena secara simbolis selaras dengan tiga sumbangan pemikiran Rm. Magnis yang diangkat menjadi elaborasi tematik Dies Natalis.