Refleksi Isra Miraj: Dahnil Anzar Simanjuntak Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Palestina
Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Dewan Pengawas BPKH, mengingatkan kembali komitmen kuat Indonesia terhadap Palestina dalam refleksi Isra Miraj, mengajak calon petugas haji memaknai solidaritas global.
Jakarta, 16 Januari 2026 – Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), menegaskan kembali komitmen teguh Indonesia terhadap perjuangan Palestina. Penegasan ini disampaikan dalam momen refleksi Isra Miraj yang jatuh pada Jumat (16/1), di tengah padatnya jadwal pelatihan fisik calon petugas haji 2026.
Lebih dari 1.600 calon petugas haji diajak untuk sejenak berhenti dan merenungkan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW. Perjalanan spiritual ini ternyata memiliki relevansi kuat dengan tugas mulia mereka serta situasi geopolitik global saat ini.
Dalam amanatnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis malam, Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak para peserta memaknai Isra Miraj tidak hanya sebagai ritual tahunan. Namun, juga sebagai pengingat akan dua dimensi penting kehidupan, yaitu vertikal dan horizontal.
Isra Miraj dan Solidaritas Global untuk Palestina
Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa dimensi horizontal dari Isra Miraj, yaitu perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, menyimpan pesan solidaritas yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Peristiwa ini menjadi simbolisasi perubahan dan perjuangan.
Ia secara khusus menyoroti pemaknaan Masjidil Aqsa dalam Isra Miraj yang terhubung dengan perjuangan saudara-saudara di Palestina. Pesan ini menekankan pentingnya kepedulian dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Di hadapan para calon pelayan tamu Allah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan kembali posisi Pemerintah Indonesia yang konsisten. Momen berkumpulnya para petugas haji ini juga menjadi refleksi dukungan moral terhadap perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Dimensi Spiritual dalam Pelayanan Haji
Selain dimensi horizontal, Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengulas dimensi vertikal dari Miraj, yang dimaknai sebagai perintah shalat dan peningkatan kualitas iman. Ia mengingatkan bahwa sebelum melayani jemaah di Tanah Suci, para petugas harus terlebih dahulu membereskan hubungan vertikal mereka dengan Sang Pencipta.
Shalat, menurutnya, adalah manifestasi keberimanan yang akan menjadi 'baterai spiritual' saat mereka kelelahan melayani jemaah, khususnya jemaah lansia. Persiapan spiritual ini krusial untuk memastikan pelayanan yang prima.
Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak para petugas untuk merefleksikan diri, memahami tujuan berkumpul di Asrama Haji. Ini bukan sekadar apel malam penutup hari, melainkan momentum penting untuk introspeksi dan penguatan niat.
Komitmen Pemerintah dan Kepedulian Kemanusiaan
Penegasan komitmen Indonesia untuk Palestina ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji tidak dapat dilepaskan dari konteks kepedulian sosial dan kemanusiaan global. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan haji memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual.
Pemerintah Republik Indonesia menunjukkan komitmen luar biasa untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian di Palestina. Dukungan ini merupakan bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Para calon petugas haji diharapkan dapat membawa semangat solidaritas dan kepedulian ini dalam menjalankan tugas mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya melayani jemaah, tetapi juga menjadi duta kemanusiaan.
Sumber: AntaraNews