Dahnil Anzar Simanjuntak Tegaskan Kembali Dukungan Indonesia untuk Palestina dalam Pelatihan Petugas Haji 2026

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan kembali dukungan Indonesia untuk Palestina saat pelatihan petugas haji 2026, menghubungkan Isra Miraj dengan perjuangan kemanusiaan. Simak bagaimana solidaritas ini menjadi inti nilai bang

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dahnil Anzar Simanjuntak Tegaskan Kembali Dukungan Indonesia untuk Palestina dalam Pelatihan Petugas Haji 2026
Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Dewan Pengawas BPKH, mengingatkan kembali komitmen kuat Indonesia terhadap Palestina dalam refleksi Isra Miraj, mengajak calon petugas haji memaknai solidaritas global. (AntaraNews)

Jakarta – Indonesia menegaskan kembali komitmennya yang teguh untuk mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memberikan arahan dalam pelatihan calon petugas haji 2026.

Lebih dari 1.600 calon petugas haji untuk ibadah tahun 2026 mengikuti pelatihan fisik intensif di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Di tengah persiapan yang padat, mereka diajak merenungkan peringatan Isra Miraj pada Jumat, 16 Januari, yang menurut Dahnil, relevan dengan tugas mereka dan tantangan geopolitik saat ini.

Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan bahwa Isra Miraj bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panduan untuk menyeimbangkan pengabdian spiritual dan tanggung jawab sosial. Solidaritas terhadap Palestina menjadi pesan sentral yang selaras dengan nilai-nilai Indonesia.

Makna Isra Miraj dan Solidaritas Palestina

Dahnil menjelaskan bahwa dimensi horizontal Isra, yang melambangkan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, membawa pesan solidaritas. Pesan ini merupakan inti dari nilai-nilai yang dipegang teguh oleh Indonesia dalam konteks perjuangan kemanusiaan.

“Simbolisme horizontal mencerminkan perubahan dan perjuangan. Al-Aqsa mewakili kesulitan berkelanjutan yang dihadapi oleh saudara-saudari kita di Palestina,” ujar Dahnil dalam pertemuan malam petugas haji tersebut. Ini menjadi ekspresi moral dukungan untuk perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil Anzar Simanjuntak juga menegaskan kembali sikap pemerintah Indonesia yang tidak berubah. Ia menyatakan bahwa ibadah haji dan persiapannya tidak boleh dipisahkan dari kepedulian yang lebih luas terhadap keadilan sosial dan isu-isu kemanusiaan yang mempengaruhi komunitas Muslim di seluruh dunia.

“Ini mencerminkan komitmen luar biasa oleh pemerintah Indonesia untuk memainkan peran aktif dalam mendukung perdamaian di Palestina,” tambahnya, menunjukkan betapa pentingnya isu ini bagi bangsa Indonesia.

Komitmen Historis Indonesia untuk Palestina

ANTARA mencatat bahwa Indonesia telah lama menjadi pendukung setia perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaan. Posisi ini tidak berubah sejak masa kepresidenan Soekarno, menunjukkan konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia.

Pada tahun 1962, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, merumuskan prinsip yang terus memandu kebijakan luar negeri negara ini terkait Palestina. Prinsip ini menjadi landasan kuat bagi setiap pemerintahan yang berkuasa.

“Selama kemerdekaan Palestina belum dikembalikan kepada bangsa Palestina, maka Indonesia akan berdiri menentang pendudukan Israel,” kutipan Soekarno tersebut menegaskan sikap tegas Indonesia. Pernyataan ini menjadi bukti sejarah komitmen abadi Indonesia.

Dimensi Spiritual dan Tanggung Jawab Sosial Petugas Haji

Beralih ke dimensi vertikal Miraj, Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya doa dan pertumbuhan spiritual. Hal ini mengingatkan para petugas haji untuk memperkuat hubungan mereka dengan Tuhan sebelum melayani jemaah di Arab Saudi.

Doa, menurutnya, merupakan inti dari iman dan akan berfungsi sebagai energi spiritual. Energi ini sangat dibutuhkan saat petugas menghadapi kelelahan dalam membantu jemaah lansia selama periode haji yang menuntut fisik dan mental.

“Malam ini bukan sekadar pertemuan penutup. Ini adalah momen untuk refleksi. Petugas haji harus bertanya pada diri sendiri mengapa kita berkumpul di sini dan tanggung jawab apa yang kita emban,” pungkas Dahnil, mengingatkan akan esensi tugas mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi