Puting Beliung Situbondo Porak-porandakan Belasan Rumah dan Dapur Umum SPPG
Angin puting beliung Situbondo kembali menerjang, menyebabkan belasan rumah warga dan dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) porak-poranda. BPBD Situbondo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
Angin puting beliung kembali menerjang wilayah Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis sore, 15 Januari 2026. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan parah pada belasan rumah warga serta satu dapur umum milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kejadian ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo segera melakukan asesmen di lokasi terdampak. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengonfirmasi dampak kerusakan yang signifikan. Kerugian material ditaksir cukup besar, meskipun tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Bencana ini terjadi di permukiman penduduk Dusun Banyuputih dan Dusun Curah Laci, Desa/Kecamatan Banyuputih, sekitar pukul 16.30 WIB. Cuaca ekstrem yang melanda Jawa Timur sejak awal Januari 2026 menjadi pemicu utama serangkaian kejadian puting beliung ini. Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Dampak Kerusakan Akibat Puting Beliung Situbondo
Dari hasil asesmen yang dilakukan oleh BPBD Situbondo, total 14 rumah warga mengalami kerusakan akibat hempasan angin puting beliung. Selain itu, satu garasi dan satu dapur umum SPPG juga tidak luput dari terjangan angin kencang ini. Kerusakan tersebar di dua dusun, yakni Dusun Banyuputih dan Dusun Curah Laci.
Puriyono menjelaskan bahwa dari belasan rumah yang rusak, tiga di antaranya mengalami kerusakan berat. Sementara itu, sisanya dikategorikan sebagai rusak ringan dan rusak sedang. Mayoritas kerusakan terfokus pada bagian atap rumah warga, yang terhempas oleh angin berbentuk pusaran yang datang bersamaan dengan hujan deras.
Tidak hanya bangunan, angin puting beliung juga menyebabkan beberapa pohon tumbang di wilayah timur Situbondo tersebut. Pohon-pohon yang tumbang ini bahkan menimpa beberapa rumah warga, memperparah kondisi kerusakan yang ada. Beruntungnya, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden ini.
Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi di Situbondo
Peristiwa puting beliung yang terjadi pada Kamis ini bukanlah yang pertama di Situbondo dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, pada Selasa, 13 Januari, angin puting beliung juga menerjang belasan rumah warga di Pesisir Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan.
BPBD Situbondo terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat disertai angin kencang, memang telah melanda wilayah Jawa Timur sejak awal Januari 2026. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya puting beliung, banjir, dan tanah longsor.
Peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana alam ini. Masyarakat diharapkan dapat mengenali tanda-tanda awal cuaca ekstrem dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk melindungi diri dan harta benda mereka. BPBD Situbondo siap siaga 24 jam untuk melayani masyarakat dalam keadaan darurat.
Sumber: AntaraNews