Bencana hidrometeorologi berupa angin kencang melanda wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (7/2) petang, menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga di empat desa yang tersebar di dua kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi segera melakukan pendataan dan penyaluran bantuan darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengonfirmasi bahwa total 52 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat, serta mempengaruhi fasilitas umum seperti jaringan listrik. Pihak berwenang dan relawan telah bergerak cepat untuk menanggulangi dampak bencana ini.
Peristiwa angin kencang ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyisakan kerugian materiil bagi warga terdampak. BPBD Banyuwangi bersama tim gabungan telah berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Mereka juga sedang mengidentifikasi kebutuhan jangka panjang untuk membantu proses pemulihan.
Advertisement
Advertisement
Angin kencang yang melanda Banyuwangi pada Sabtu (7/2) petang menyebabkan kerusakan pada 52 rumah warga di empat desa. Desa-desa yang terdampak meliputi Karangsari, Temuguruh, dan Temuasri di Kecamatan Sempu, serta Desa Tembokrejo di Kecamatan Muncar. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga, meskipun ada pula yang mengalami kerusakan lebih parah.
Partana menjelaskan bahwa Kecamatan Sempu menjadi wilayah dengan dampak paling banyak, tercatat 49 rumah dan enam kandang ayam rusak di tiga desa tersebut. Kerusakan paling parah akibat angin kencang dilaporkan terjadi di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, di mana sejumlah atap rumah warga porak-poranda. Bahkan, dua rumah di Desa Temuguruh mengalami ambruk pada bagian dapurnya.
Meskipun sebagian besar kerusakan tergolong ringan, insiden ini juga berdampak pada infrastruktur vital. Jaringan listrik di beberapa area putus, menyebabkan sembilan rumah di Desa Tembokrejo mengalami pemadaman. PLN telah menangani masalah ini setelah menerima laporan dari BPBD, menunjukkan koordinasi cepat antarlembaga.
Advertisement
Advertisement
Pascabencana angin kencang, BPBD Banyuwangi bersama relawan, TNI, dan Polri langsung bergerak cepat sejak Sabtu (7/2) malam. Mereka membantu warga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar segera terpenuhi. Respons cepat ini menunjukkan kesigapan dalam menghadapi situasi darurat.
Bantuan tahap awal berupa bahan pangan dan terpal telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Tim gabungan juga melakukan pendataan untuk bantuan tahap kedua, yang mencakup selimut, kasur lipat, matras, dan paket bantuan balita jika ada anak-anak yang terdampak. Pendekatan komprehensif ini bertujuan untuk meringankan beban para korban bencana.
Selain bantuan darurat, BPBD juga tengah mendata kebutuhan material lain yang diperlukan warga untuk perbaikan rumah mereka. Material seperti asbes, kayu, atau bahan bangunan lainnya akan diidentifikasi untuk mendukung proses rekonstruksi. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membantu pemulihan pascabencana secara menyeluruh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews