Program Meriri Balai TNGR Tingkatkan Kelestarian Gunung Rinjani dari Sampah
Balai TNGR meluncurkan Program Meriri, melibatkan puluhan petugas dan relawan untuk menjaga kelestarian Gunung Rinjani dari sampah serta mengedukasi etika wisata alam.
Mataram, 21 Desember 2025 – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengerahkan puluhan petugas dan relawan dalam sebuah kegiatan bertajuk “Program Meriri” guna membersihkan serta menjaga kelestarian alam di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini merupakan upaya kolektif untuk mengatasi permasalahan sampah yang terus meningkat di jalur pendakian. Inisiatif ini juga menjadi momentum penting menjelang penutupan jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani.
Program Meriri bukan sekadar pendakian biasa, melainkan sebuah aksi nyata untuk merawat keindahan dan keberlangsungan ekosistem Rinjani. Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah II Taman Nasional (SPTN) 2 Balai TNGR, Ma’ruf Hadi, menekankan pentingnya kerja sama semua pihak. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadikan Taman Nasional Gunung Rinjani tetap lestari untuk generasi mendatang.
Kegiatan perbaikan ini akan berlangsung hingga 23 Desember 2025, melibatkan 50 peserta yang dibagi menjadi dua tim. Satu tim dengan 13 peserta akan melalui jalur Senaru, sementara 37 peserta lainnya akan melewati jalur Sembalun, didampingi oleh empat pendamping dari Sembalun dan dua dari Senaru.
Upaya Kolektif dalam Menjaga Warisan Dunia
Gunung Rinjani diakui dunia sebagai salah satu Global Geopark UNESCO, sebuah pengakuan yang membawa kebanggaan sekaligus tantangan. Ma’ruf Hadi menjelaskan bahwa Rinjani bukan hanya destinasi impian para pendaki, melainkan rumah bagi keanekaragaman hayati yang kaya dan sumber kehidupan penting bagi masyarakat Pulau Lombok. Keindahan dan popularitasnya menarik banyak pendaki, namun hal ini berbanding lurus dengan potensi peningkatan sampah, khususnya di jalur pendakian.
Untuk menghadapi tantangan ini, Balai TNGR secara proaktif melakukan berbagai program edukasi. Salah satunya adalah Go Rinjani Zero Waste Trekking yang telah digagas pada tahun 2025. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah sampah secara sistematis, namun upaya kolektif seperti Rinjani Meriri tetap sangat diperlukan untuk hasil yang maksimal.
Melalui Program Meriri, Balai TNGR tidak hanya fokus pada pemungutan sampah, tetapi juga mengedukasi para peserta dan masyarakat mengenai etika wisata alam. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Ma’ruf Hadi juga mengimbau seluruh masyarakat dan pendaki untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di kawasan Gunung Rinjani demi keselamatan dan kelestarian bersama.
Edukasi dan Aksi Nyata untuk Lingkungan Berkelanjutan
Peningkatan jumlah pendaki ke Gunung Rinjani, meskipun membawa dampak positif bagi pariwisata, juga menimbulkan kekhawatiran terkait volume sampah. Oleh karena itu, inisiatif seperti Program Meriri menjadi krusial dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya konservasi. Edukasi etika wisata alam yang terintegrasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat mengubah perilaku pendaki dan pengunjung.
Program Go Rinjani Zero Waste Trekking yang sudah berjalan menjadi fondasi penting dalam upaya pengelolaan sampah di Rinjani. Namun, kolaborasi dengan mitra dan pemangku kepentingan melalui kegiatan seperti Rinjani Meriri memperkuat sinergi dalam menjaga kebersihan. Ini menunjukkan komitmen Balai TNGR untuk tidak hanya membersihkan, tetapi juga membangun budaya sadar lingkungan.
Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah II Balai TNGR Ma’ruf Hadi menegaskan bahwa menjaga alam adalah tugas bersama untuk kemajuan dan kesehatan lingkungan. Pesan ini menjadi inti dari setiap kegiatan yang dilakukan Balai TNGR, termasuk Program Meriri, yang berupaya menciptakan lingkungan Rinjani yang bersih, lestari, dan berkelanjutan bagi semua.
Sumber: AntaraNews