Presiden Prabowo Dorong Pemanfaatan Maksimal Potensi Wisata Lebaran dan Nyepi
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana untuk mengoptimalkan potensi wisata Lebaran dan Nyepi, guna meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan internasional ke berbagai destinasi di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas kepada Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana untuk memanfaatkan momentum libur panjang Idulfitri dan Nyepi yang akan datang. Instruksi ini bertujuan untuk mendongkrak jumlah wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berkunjung ke Indonesia. Pemanfaatan optimal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi sektor pariwisata nasional.
Untuk merealisasikan target tersebut, Presiden Prabowo meminta Menteri Widiyanti Putri Wardhana agar secara langsung meninjau kesiapan destinasi-destinasi wisata unggulan. Peninjauan ini penting untuk memastikan bahwa semua aspek telah siap menyambut kedatangan para pengunjung. Kesiapan infrastruktur, fasilitas, hingga pelayanan menjadi kunci utama dalam menarik minat wisatawan.
"Saya meminta Menteri Pariwisata untuk secara aktif mengunjungi destinasi wisata guna mempromosikan semua aspek pariwisata kita," ujar Presiden Prabowo dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3). Rapat ini merupakan sesi kabinet paripurna pertama di tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, membahas kesiapan pemerintah menjelang libur Idulfitri.
Arahan Presiden untuk Peningkatan Pariwisata Nasional
Dalam kesempatan rapat kabinet tersebut, Presiden Prabowo secara spesifik menugaskan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana untuk melakukan inspeksi langsung ke berbagai lokasi wisata. Tujuan utama dari inspeksi ini adalah untuk memastikan bahwa setiap destinasi siap secara menyeluruh dalam menyambut lonjakan pengunjung selama periode libur Lebaran dan Nyepi. Kesiapan ini mencakup berbagai fasilitas pendukung dan atraksi yang ditawarkan.
Presiden menekankan pentingnya promosi aktif dari Menteri Pariwisata untuk memperkenalkan keindahan dan keunikan destinasi Indonesia kepada khalayak luas. Promosi ini tidak hanya berfokus pada destinasi populer, tetapi juga potensi-potensi baru yang belum banyak terekspos. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.
Kementerian Pariwisata, di bawah kepemimpinan Widiyanti Putri Wardhana, diharapkan dapat menciptakan pengalaman berwisata yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung. Dengan demikian, target peningkatan jumlah wisatawan domestik dan internasional dapat tercapai. Widiyanti Putri Wardhana sendiri telah menjabat sebagai Menteri Pariwisata sejak 21 Oktober 2024.
Kesiapan Mudik dan Tantangan Geopolitik Global
Selain fokus pada sektor pariwisata, Presiden Prabowo juga mengingatkan seluruh jajaran kabinetnya untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Aspek keamanan perjalanan, ketersediaan transportasi, hingga fasilitas istirahat bagi pemudik menjadi perhatian utama pemerintah. Hal ini mengingat proyeksi jumlah pemudik yang sangat besar.
Kementerian Perhubungan sebelumnya telah memproyeksikan bahwa sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada musim Lebaran 2026. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya yang mencapai 146 juta orang. Proyeksi ini didasarkan pada survei yang dilakukan kementerian untuk mengidentifikasi preferensi perjalanan dan niat masyarakat untuk bepergian.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti dampak konflik yang sedang berlangsung di Asia Barat, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, terhadap Indonesia. Beliau menekankan pentingnya menghadapi krisis dengan ketenangan dan menjaga stabilitas nasional. "Kita masih memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memastikan roda kehidupan sehari-hari tidak berhenti berputar. Secara keseluruhan, situasi masih terkendali," tegas Presiden Prabowo.
Sumber: AntaraNews