Pramono Anung Ungkap Upaya Antisipasi Cuaca Ekstrem Jakarta: Perapian Pohon hingga Kesiapan Pompa Hadapi Rob
Pemprov DKI Jakarta gencar melakukan Antisipasi Cuaca Ekstrem Jakarta, mulai dari perapian puluhan ribu pohon hingga penguatan sistem pompa untuk hadapi banjir rob. Bagaimana kesiapan Ibu Kota?
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah gencar melakukan berbagai upaya Antisipasi Cuaca Ekstrem Jakarta, terutama menghadapi potensi pohon tumbang dan banjir rob yang kerap mengancam Ibu Kota. Langkah mitigasi ini diambil menyusul anomali cuaca global yang meningkatkan risiko bencana di berbagai kota besar, termasuk Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memerintahkan perapian puluhan ribu pohon serta penguatan infrastruktur penanganan banjir. Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin timbul dari kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus berlanjut.
Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari, mulai dari pemangkasan pohon hingga perawatan tanggul dan pengaktifan lebih dari seribu unit pompa. Upaya komprehensif ini diharapkan dapat menjaga Jakarta tetap aman dan terhindar dari bencana besar.
Mitigasi Risiko Pohon Tumbang di Ibu Kota
Dalam upaya Antisipasi Cuaca Ekstrem Jakarta, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah proaktif untuk mengatasi ancaman pohon tumbang. Gubernur Pramono Anung menyatakan telah memerintahkan perapian terhadap hampir 65.000 pohon di seluruh wilayah Jakarta.
Namun, Pramono menjelaskan bahwa penanganan pohon di Jakarta dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan ukurannya. "Jadi untuk pohon tumbang, termasuk yang di Jakarta Pusat, sebenarnya saya sudah memerintahkan sudah hampir 65 ribu pohon itu dirapikan," kata Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu.
Pohon-pohon berukuran sangat tinggi, yang umumnya telah berusia puluhan tahun, tidak boleh sembarangan dipangkas atau ditebang. "Masalahnya, yang pohon tinggi sekali ini kebanyakan sudah puluhan tahun. Dan itulah pohon yang tidak boleh diutak-utik," tambahnya, menekankan bahwa pohon-pohon tua ini adalah bagian penting dari identitas kota yang rindang.
Meskipun demikian, Pramono menegaskan bahwa anomali cuaca tidak boleh dijadikan alasan untuk kelalaian. "Saya tidak mau menyalahkan anomali cuaca. Tanggung jawab Pemerintah Jakarta adalah tetap mempersiapkan supaya tidak terjadi kembali," ujarnya, menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam menjaga keamanan warganya.
Kesiapsiagaan Jakarta Hadapi Banjir Rob dan Cuaca Ekstrem
Selain pohon tumbang, Pemprov DKI Jakarta juga fokus pada kesiapsiagaan menghadapi banjir rob dan cuaca ekstrem lainnya. Pramono Anung mengungkapkan bahwa Jakarta sempat berada dalam kondisi rawan banjir besar saat rob terjadi selama tiga hari sebelumnya, namun berhasil diatasi berkat langkah antisipasi yang sigap.
"Kalau tidak kita lakukan modifikasi cuaca, tanggulnya kita tidak rawat, pompanya kita tidak jalankan, Jakarta pasti banjir," tegasnya. Upaya mitigasi ini, meskipun seringkali tidak disadari publik karena berhasil mencegah bencana, merupakan hasil dari persiapan matang yang dilakukan jauh hari.
Gubernur menyebutkan bahwa rapat koordinasi telah dilakukan berkali-kali sejak 15 hari sebelumnya untuk memprediksi potensi banjir di area seperti Marunda, Muara Angke, dan Muara Baru. "Tapi Alhamdulillah tidak terjadi," ucapnya, mensyukuri keberhasilan upaya pencegahan.
Pramono juga menyoroti peringatan serius dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terkait risiko jebolnya tanggul jika rob tidak tertangani. "Pak Ahok mengingatkan secara serius, dan saya terima kasih. Kalau tidak ditangani, jebolnya bisa sampai ke Monas," ujar Pramono, menunjukkan pentingnya kolaborasi dan perhatian terhadap infrastruktur kritis.
Prediksi Cuaca dan Peningkatan Kesiapsiagaan Menjelang Akhir Tahun
Meskipun fase paling berisiko terkait rob bersamaan dengan bulan purnama telah terlewati, Jakarta masih berpotensi menghadapi curah hujan tinggi menjelang akhir Desember 2025 hingga Januari 2026. Risiko terbesar adalah jika hujan lebat terjadi bersamaan dengan naiknya air rob, yang dapat menghambat aliran air ke laut.
Untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem Jakarta ini, Pemprov DKI Jakarta mengandalkan lebih dari 1.200 unit pompa, terdiri dari sekitar 600 pompa portabel (mobile) dan lebih dari 600 pompa permanen (stasioner). "Kalau rob-nya masih tertangani dan tidak naik, pompa yang kita miliki sekarang sebenarnya bisa untuk menangani Jakarta," kata Pramono optimis.
Gubernur Pramono telah menginstruksikan seluruh jajaran wilayah dan dinas terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi curah hujan tinggi dan banjir pesisir. Instruksi ini disampaikan saat memimpin Townhall Meeting bersama camat, lurah, dan Forkopimcam di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/12).
Pramono juga menyampaikan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi peningkatan curah hujan yang diperkirakan mencapai di atas 200 hingga 300 mm per hari. Curah hujan setinggi ini berpotensi menyebabkan banjir di Jakarta, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama.
Sumber: AntaraNews