Prakiraan Cuaca Senin 15 Desember: Waspada Hujan Lebat di Sumut dan Jatim
BMKG memperkirakan hujan deras akan melanda Sumatera Utara dan Jawa Timur pada Senin, 15 Desember, akibat pengaruh Siklon Bakung serta bibit siklon 93S.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk hari Senin, 15 Desember 2025. Dalam laporan tersebut, BMKG memperingatkan potensi terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah di Indonesia, yang disebabkan oleh dinamika atmosfer yang sedang berlangsung.
Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya Siklon Tropis Bakung yang terdeteksi di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah barat Lampung. Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 60 knot dan tekanan udara minimum sebesar 981 hektopaskal. Meskipun siklon ini bergerak menuju arah barat daya dan menjauh dari wilayah Indonesia, dampaknya masih dapat dirasakan oleh masyarakat.
Dampak yang ditimbulkan mencakup peningkatan kecepatan angin di sekitar sistem serta terbentuknya daerah pertemuan angin yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan. Hal ini berpotensi meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan di perairan barat Sumatera dan daerah sekitarnya.
"Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Bakung diperkirakan tetap berada pada kategori dua dan bergerak menjauhi Indonesia," ungkap BMKG melalui akun Youtube resmi Info BMKG pada malam hari, Minggu, 14 Desember 2025.
Penyebab potensi hujan adalah perlambatan angin akibat bibit siklon 93S
Selain memantau Siklon Tropis Bakung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengawasi bibit Siklon Tropis 93S yang terletak di Samudera Hindia, tepatnya di selatan Jawa Timur. Dalam waktu 24 jam ke depan, diperkirakan sistem ini akan melemah dengan kecepatan angin maksimum yang berkisar antara 10 hingga 15 knot.
BMKG juga mencatat bahwa aktivitas awan hujan pada bibit siklon ini mulai menurun dan bergerak ke arah selatan. Meskipun demikian, dalam rentang waktu 48 hingga 72 jam ke depan, arah pergerakan sistem tersebut diperkirakan akan beralih ke utara dengan intensitas yang relatif stabil.
BMKG menyatakan, "Peluang bibit Siklon Tropis 93S berkembang menjadi siklon tropis masih tergolong rendah." Meskipun peluangnya kecil, bibit siklon ini tetap memiliki potensi untuk membentuk daerah perlambatan angin yang membentang dari Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan di wilayah yang dilalui oleh siklon tersebut. Oleh karena itu, masyarakat di area yang berpotensi terdampak perlu tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari BMKG.
Pertemuan angin di suatu daerah dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan
BMKG menginformasikan adanya kemungkinan tekanan udara rendah di kawasan Laut Arafuru barat daya Papua Selatan. Fenomena ini berpotensi mendorong pertumbuhan awan hujan di daerah Maluku selatan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Selain itu, diprediksi akan terbentuk sirkulasi angin di Samudera Pasifik utara Papua Nugini.
Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan angin atau konvergensi di sekitarnya. Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang dari Selat Malaka hingga Riau, Laut Natuna sampai Kepulauan Riau, Laut Jawa, Kalimantan Utara, Laut Sulu, dan Laut Arafuru.
"Kombinasi kondisi atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di berbagai wilayah Indonesia," jelas BMKG. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Maluku. Masyarakat di daerah yang disebutkan diharapkan mempersiapkan diri dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut.
Prakiraan cuaca untuk Jakarta dan Bandung pada 15 Desember 2025 menunjukkan kondisi berawan tebal
BMKG memprediksi bahwa di wilayah perkotaan, hujan disertai petir berpotensi terjadi di beberapa kota, seperti Palembang, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, dan Palu. Sementara itu, untuk daerah lain seperti Medan, Gorontalo, Mamuju, dan Jayawijaya, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan akan turun.
Di sebagian besar wilayah Sumatera, Semarang, Yogyakarta, Malang Raya, Bali, Nusa Tenggara, Manado, Makassar, Kendari, Ambon, serta sebagian besar Papua, terdapat peluang hujan ringan. Selain itu, kondisi berawan tebal diperkirakan akan terjadi di Banda Aceh, Serang, Jakarta, Bandung, dan Ternate.
BMKG juga menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca terbaru. "BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca terbaru, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui website dan media sosial resmi BMKG."