Polres Klaten Tegaskan Tak Ada Tawuran Suporter Usai Laga Derbi Mataram
Polisi memastikan keributan yang terjadi di Prambanan, Klaten hanya gesekan antara rombongan suporter dan pengguna jalan lain.
Kepolisian Resor (Polres) Klaten menegaskan bahwa tidak terjadi tawuran antarsuporter sepak bola yang melintasi wilayah hukum Polres Klaten, Jumat (6/2) malam.
Aparat memastikan keributan yang terjadi di Prambanan, Klaten hanya gesekan antara rombongan suporter dan pengguna jalan lain.
"Terkait dengan masalah adanya isu yang beredar, yang berhembus bahwa terjadi bentrokan antar suporter itu kami klarifikasi itu tidak benar. Adapun kejadian tersebut adalah gesekan antara kelompok suporter dengan pengguna jalan yang lain atau masyarakat yang ada di sekitarnya. Jadi tidak ada tawuran ataupun bentrokan antara suporter," ujar Kapolres Klaten AKBP Muhammad Faruk Rozi, Sabtu (7/2).
Faruk Rozi menyampaikan, pihaknya melaksanakan kegiatan pengamanan dan pengawalan terhadap rombongan suporter Persis Solo yang melintas di wilayah hukum Polres Klaten usai menyaksikan pertandingan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengawalan dilakukan sejak perbatasan Yogyakarta–Klaten hingga wilayah Sukoharjo.
Dalam kegiatan tersebut, kepolisian mengawal sekitar 300 suporter yang menggunakan kendaraan roda dua. Pengawalan dilakukan secara estafet untuk memastikan rombongan dapat melintas dengan aman dan tertib.
"Di mana memang kita melaksanakan kegiatan pengawalan berjalan kaki dengan pagar betis dari perbatasan wilayah Klaten Jogja sampai ke Exit Tol Prambanan. Setelah itu kita melaksanakan pengawalan terhadap seluruh suporter yang akan kembali ke wilayah Solo dengan menggunakan roda empat dan juga kita estafet serahkan sampai ke wilayah Sukoharjo." ungkap Kapolres.
Ada Insiden Penganiayaan
Meski demikian, lanjut dia, dalam rangkaian pengamanan tersebut terjadi satu insiden penganiayaan terhadap seorang warga berinisial KM (23). Korban diketahui bukan bagian dari kelompok suporter mana pun dan hanya melintas di lokasi kejadian.
"Korban berinisial KM, usia 23 tahun, yang bersangkutan tidak terafiliasi dengan kelompok suporter tertentu. Korban merupakan masyarakat umum yang kebetulan melintas di lokasi," tandasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada pipi sebelah kiri serta luka robek pada bagian dalam mulut. Korban telah menjalani rawat jalan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klaten.
"Saat ini kami telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi serta mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi," katanya.
Selain insiden penganiayaan, polisi juga mencatat adanya beberapa kelompok suporter yang sempat berhenti di jalan untuk menyalakan flare dan petasan. Hal tersebut sempat menimbulkan kemacetan. Petugas segera memberikan imbauan agar rombongan melanjutkan perjalanan.
"Kami himbau juga kepada pengurus dan suporter atau koordinator suporter untuk menghimbau anggotanya, bahwa kita akan melaksanakan pengawalan dan pengamanan terhadap mereka," tegasnya.
Untuk diketahui, Persis Solo bertandang ke Stadion Sultan Agung untuk melawan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Liga Indonesia. Meski ada larangan suporter tandang, namun ratusan pendukung Persis Solo tetap berangkat ke Bantul.
Para pendukung Laskar Sambernyawa menerobos ke Bantul melalui jalan Solo-Yogyakarta dan Gunung Kidul. Meski sudah dilakukan penyekatan oleh Kepolisian, namun masih banyak yang lolos. Sementara pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo yang sering dijuluki Derbi Mataram berakhir imbang tanpa gol.