Polres Aceh Barat Periksa Tujuh Saksi Terkait Ledakan Tabung Oksigen yang Tewaskan Dua Pekerja
Polres Aceh Barat terus mendalami kasus ledakan tabung oksigen yang menewaskan dua pekerja di Meulaboh, dengan memeriksa tujuh saksi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tragis ini.
MEULABOH – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat telah memeriksa tujuh orang saksi terkait insiden ledakan tabung gas oksigen yang merenggut dua nyawa pekerja. Peristiwa nahas ini terjadi di sebuah gudang pengisian oksigen di Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, pada Rabu (5/11) lalu.
Pemeriksaan intensif ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab ledakan. Penyelidikan difokuskan pada apakah insiden tersebut murni kecelakaan kerja atau terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap tragedi tersebut.
“Pemeriksaan saksi kita lakukan sebagai upaya melakukan serangkaian penyelidikan dalam kasus ledakan gas oksigen,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, AKP Roby Afrizal, kepada ANTARA di Meulaboh, Sabtu, menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani kasus ini.
Penyelidikan Mendalam dan Identifikasi Saksi Kunci
Dalam rangka penyelidikan, tujuh saksi telah dimintai keterangan di Mapolres Aceh Barat. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk kepala desa, sekretaris desa, kepala dusun, serta tiga warga masyarakat yang menjadi saksi mata peristiwa tersebut. Selain itu, ayah kandung salah satu korban juga turut dimintai keterangan untuk melengkapi informasi.
AKP Roby Afrizal menjelaskan bahwa penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan faktor teknis atau kelalaian yang mungkin terjadi. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi gudang yang meledak, serta mengamankan sejumlah barang bukti penting.
Proses olah TKP tidak hanya dilakukan oleh personel Polres Aceh Barat, tetapi juga melibatkan tim dari Mapolda Aceh. Langkah ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam mengumpulkan data dan bukti yang akurat guna mengungkap penyebab pasti ledakan.
Kronologi dan Identitas Korban Ledakan Oksigen
Insiden ledakan tabung gas oksigen di lokasi pengisian Desa Gampa, Meulaboh, diduga kuat berasal dari kebocoran tabung. “Motif sementara ledakan berasal dari kebocoran tabung gas saat proses pengisian,” kata AKP Roby Afrizal, menjelaskan dugaan awal penyebab kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, insiden terjadi ketika para pekerja sedang melakukan pengisian ulang tabung gas oksigen. Diduga salah satu tabung mengalami kebocoran, yang kemudian memicu ledakan besar dan bahkan menyebabkan kebakaran kecil di area gudang. Ledakan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan gudang, tabung gas oksigen, dan peralatan pengisian lainnya.
Dua korban meninggal dunia akibat ledakan ini adalah Ramli (35), yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, dan M Rizki (20), asal Nisam, Kota Lhokseumawe Aceh, yang tinggal di Desa Padang Mancang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. Sementara itu, seorang saksi bernama Malikul (28), warga Gampong Blang Geunang, Kecamatan Kaway XVI, yang bertugas mengantar tabung gas, berhasil selamat dari ledakan tersebut.
Sumber: AntaraNews