Polda Jabar Upayakan Pemulangan Rizki Kamboja, Terkuak Bukan Korban TPPO
Polda Jabar sedang mengupayakan Pemulangan Rizki Kamboja, pemuda asal Kabupaten Bandung. Namun, terungkap fakta mengejutkan bahwa Rizki bukan korban TPPO, melainkan secara sadar menjadi operator penipuan daring.
Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah mengupayakan kepulangan Rizki Nurfadilah, seorang pemuda dari Kabupaten Bandung. Rizki sebelumnya diisukan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Saat ini, ia dilaporkan berada dalam kondisi aman di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi intensif. "Nanti kita akan koordinasikan dengan Pak Kapolda. Pak Kapolda support betul untuk pemulangan yg bersangkutan," kata Hendra, Kamis. Proses ini memerlukan mekanisme khusus karena statusnya bukan sebagai korban TPPO.
Meskipun demikian, Polda Jabar tetap menjalin komunikasi dengan KBRI untuk membantu kepulangan Rizki. Terungkap bahwa Rizki membuat pengakuan bohong kepada orang tuanya. Ia melakukannya untuk menarik simpati publik terkait keberadaannya di Kamboja.
Fakta Baru Status Rizki di Kamboja
Hendra menjelaskan bahwa proses pemulangan Rizki memiliki mekanisme yang berbeda. "Karena ini bukan korban TPPO, ada klausul tersendiri yang kita kembalikan dan dibantu oleh KBRI, tetapi nanti ada biaya," ujarnya. Statusnya yang bukan korban TPPO mengubah prosedur penanganan kasus ini.
Menurut keterangan kepolisian, Rizki diketahui mendaftarkan diri secara sukarela melalui media sosial. Ia secara sadar menerima tawaran pekerjaan sebagai operator penipuan daring di Kamboja. "Dia sadar sendiri bahwa di akan menjadi scammer disana dengan gaji sekian," ungkap Hendra.
Rizki juga memberikan informasi palsu kepada keluarganya di Indonesia. Ia mengaku akan menjadi pemain sepak bola di PSMS Medan. Hal ini dilakukan untuk menutupi pekerjaan aslinya yang terlibat dalam skema penipuan daring.
Proses Pemulangan dan Penyelidikan Lanjut
Polda Jabar akan terus berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh untuk memfasilitasi kepulangan Rizki. Meskipun ada biaya yang harus ditanggung, upaya pemulangan tetap menjadi prioritas. Hal ini demi memastikan Rizki dapat kembali ke tanah air.
Setibanya di Indonesia, Rizki Nurfadilah akan dimintai keterangan secara menyeluruh oleh pihak kepolisian. "Ketika kembali nanti, akan kita mintai keterangan mulai dari proses dia berangkat hingga kejadian di sana," ujar Hendra. Penyelidikan ini penting untuk mengungkap kronologi lengkap dan motif di balik tindakan Rizki.
Sebelumnya, pihak keluarga Rizki mengungkapkan bahwa ia diiming-imingi untuk mengikuti seleksi tim sepak bola PSMS Medan. Iming-iming tersebut datang dari seseorang yang dikenalnya melalui media sosial Facebook. Namun, janji manis itu ternyata hanyalah modus penipuan.
Alih-alih dibawa ke Medan, Rizki justru diberangkatkan ke Kamboja. Di sana, ia dipaksa untuk bekerja sebagai operator penipuan daring. Target penipuan tersebut adalah warga negara China, yang menjadi bagian dari sindikat kejahatan siber.
Sumber: AntaraNews