PMI Langkat Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Pesantren Terdampak Bencana
PMI Langkat menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, termasuk Al Quran dan paket PHBS, ke Pesantren Tanbihul Ghofilin pascabencana hidrometeorologi, menegaskan komitmennya untuk masyarakat.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Langkat bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pondok pesantren pascabencana hidrometeorologi. Aksi ini menunjukkan kepedulian PMI terhadap lembaga pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pesantren yang terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Pesantren Tanbihul Ghofilin yang berlokasi di Desa Telaga Jernih, Kecamatan Secanggang, Langkat. Penyaluran ini dilakukan pada Jumat (30/1), sebagai respons atas dampak bencana yang terjadi akhir November 2025. PMI Langkat berupaya memenuhi kebutuhan dasar serta spiritual para santri dan pengurus pesantren.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi Al Quran, alat kebersihan, serta paket perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, bantuan makanan juga diberikan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PMI Langkat untuk terus hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan Spiritual dan Kebersihan Lingkungan Pesantren
Kepala Markas PMI Langkat, Muhamad Rizky Dharma Dinata, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Bantuan ini bertujuan mendukung kebutuhan spiritual serta kebersihan lingkungan pesantren. Terlebih, bantuan ini sangat relevan menjelang bulan suci Ramadhan.
"Melalui penyaluran Al Quran, paket PHBS, alat kebersihan, dan bantuan makanan ini, kami harap dapat membantu pesantren menciptakan lingkungan bersih dan sehat," ujar Rizky. Bantuan Al Quran secara khusus ditujukan untuk mendukung aktivitas ibadah dan proses belajar mengaji para santri. Ini menunjukkan perhatian PMI terhadap aspek rohani.
Paket PHBS dan alat kebersihan diberikan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan. Lingkungan yang bersih dan sehat sangat krusial, terutama di lingkungan padat seperti pesantren. Bantuan makanan juga disalurkan untuk memastikan pemenuhan gizi para santri.
Komitmen Berkelanjutan PMI Langkat untuk Masyarakat
Rizky menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini bukan hanya respons sesaat pascabencana. "Hal ini juga merupakan komitmen PMI Langkat untuk terus hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025," katanya. PMI Langkat bertekad memberikan dukungan jangka panjang.
Kegiatan PMI Langkat tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana, tetapi juga mencakup pembinaan dan pencegahan. Edukasi singkat mengenai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) turut diberikan kepada para santri. Ini adalah langkah proaktif untuk membangun ketahanan masyarakat.
PMI Langkat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pelayanan kemanusiaan. Selain itu, mereka juga berupaya memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dan masyarakat. "Disamping lembaga pendidikan, juga masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, peduli, dan berdaya," tegas Rizky.
Apresiasi dari Pihak Pesantren atas Bantuan PMI
Muhammad Fariz, salah satu pengurus Pesantren Tanbihul Ghofilin, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PMI Langkat atas perhatian dan kepeduliannya kepada pesantren kami," ujarnya. Rasa syukur ini mencerminkan dampak positif bantuan.
Fariz menjelaskan bahwa bantuan Al Quran sangat bermanfaat bagi para santri untuk kegiatan mengaji sehari-hari. Kehadiran Al Quran baru akan memotivasi santri dalam belajar agama. Ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di pesantren.
Sementara itu, alat kebersihan, paket PHBS, dan bantuan makanan juga sangat membantu. "Sedangkan alat kebersihan, paket PHBS, dan bantuan makanan sangat membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri," tutur Fariz. Bantuan ini secara langsung menjawab kebutuhan mendesak pesantren.
Sumber: AntaraNews