PLN Sukses Pulihkan Listrik Sulawesi Tengah Pasca Gempa Magnitudo 6,7
PT PLN (Persero) berhasil memulihkan sepenuhnya layanan listrik di Sulawesi Tengah setelah gempa bumi magnitudo 6,7, menyambungkan kembali 68.459 pelanggan yang terdampak. Pemulihan ini menunjukkan kesigapan PLN dalam tanggap bencana.
PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan sepenuhnya layanan kelistrikan di wilayah Sulawesi Tengah. Pemulihan ini dilakukan menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang melanda daerah tersebut. Sebanyak 68.459 pelanggan yang sebelumnya mengalami pemadaman listrik kini telah kembali menikmati pasokan daya.
Percepatan restorasi jaringan listrik ini sukses berkat kerja sama tim lapangan yang solid. Eko Prihandana, Vice President Pengendalian Distribusi PLN Sulmapana, menyatakan hal ini dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu. Upaya cepat ini memastikan masyarakat dapat segera mengakses listrik kembali.
Gangguan listrik sebelumnya dilaporkan terjadi di lima wilayah. Area terdampak meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso. Operasi layanan pelanggan di beberapa lokasi juga sempat terganggu.
Upaya Cepat Pemulihan Jaringan Listrik
Infrastruktur yang berhasil dipulihkan PLN mencakup tiga unit penyulang, 15 seksi jaringan, dan 651 gardu listrik. Seluruh infrastruktur ini vital untuk mendistribusikan listrik kepada puluhan ribu pelanggan. Kecepatan pemulihan ini menunjukkan kesiapan PLN dalam menghadapi bencana.
Eko Prihandana menegaskan komitmen PLN untuk menjaga pasokan listrik yang andal. Komitmen ini berlaku sepanjang periode tanggap darurat bencana. Petugas lapangan dikerahkan untuk memantau area terdampak secara intensif.
PLN memastikan bahwa warga terus menerima pasokan listrik yang merupakan layanan esensial. "Kami tetap siaga dan akan terus mendukung masyarakat sampai kondisi pulih sepenuhnya," ujar Eko. Hal ini menunjukkan dukungan penuh PLN bagi masyarakat terdampak.
Bantuan Kemanusiaan dan Dampak Gempa
Selain fokus pada pemulihan listrik, PLN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan ini diberikan kepada korban gempa di Sigi, salah satu kabupaten yang paling parah terdampak. Inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Bantuan disalurkan melalui posko pengungsian dan fasilitas kesehatan. Posko di Nokilalaki dan Palolo, serta pusat kesehatan masyarakat setempat, menjadi titik distribusi utama. Berbagai kebutuhan pokok diserahkan kepada para korban.
Pasokan bantuan meliputi air minum kemasan, beras, ikan kalengan, dan obat-obatan. Selain itu, tangki air bersih dan peralatan penerangan darurat juga turut diberikan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban gempa.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, hingga 20 Juni, 2.335 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya adalah 1.955 rumah rusak ringan, 226 rumah rusak sedang, dan 154 rumah rusak berat. Data ini menggambarkan skala kerusakan yang signifikan.
Data Korban dan Kerusakan Akibat Gempa
Gempa bumi tersebut telah mempengaruhi 8.586 jiwa dari 2.775 keluarga. Dampak gempa ini sangat terasa bagi ribuan penduduk di Sulawesi Tengah. Data ini menunjukkan urgensi penanganan pasca bencana.
Tercatat ada 17 orang mengalami luka serius akibat gempa. Selain itu, 108 orang lainnya menderita luka ringan. Sayangnya, gempa juga mengakibatkan tiga korban jiwa.
Angka-angka ini menunjukkan dampak serius gempa terhadap kehidupan masyarakat. Upaya pemulihan tidak hanya terbatas pada infrastruktur, tetapi juga pemulihan kondisi sosial. PLN bersama pihak lain terus berkoordinasi untuk membantu masyarakat.
Sumber: AntaraNews