Mandiri Jogja Marathon: Ajang Sport Tourism Perkuat Ekonomi dan Pariwisata Daerah
Menpora Erick Thohir menyebut Mandiri Jogja Marathon sebagai ajang sport tourism strategis untuk memperkuat ekonomi daerah dan pariwisata, khususnya di Yogyakarta.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menegaskan, penyelenggaraan kompetisi lari yang memadukan olahraga dan pengalaman wisata budaya merupakan upaya strategis. Hal ini bertujuan untuk memperkuat sektor sport tourism dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Menpora Erick Thohir saat membuka Mandiri Jogja Marathon 2026 di kawasan Candi Prambanan pada hari Minggu. Menurut Menpora, kegiatan sport tourism semacam ini menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan peringkat pariwisata suatu daerah.
Menpora Erick Thohir menilai Mandiri Jogja Marathon sangat positif karena Yogyakarta merupakan salah satu pusat pariwisata utama di Indonesia. Ajang ini diharapkan dapat mendorong pariwisata berbasis kebudayaan, keindahan alam, serta sport tourism.
Mandiri Jogja Marathon dan Peningkatan Pariwisata Daerah
Mandiri Jogja Marathon menjadi sorotan utama dalam upaya peningkatan sektor pariwisata daerah, khususnya di Yogyakarta. Menpora Erick Thohir menyoroti potensi besar ajang ini untuk mendongkrak posisi Yogyakarta dalam daftar kunjungan wisata. Saat ini, Yogyakarta berada di peringkat keempat untuk kunjungan wisata luar negeri, sementara Bali menempati posisi pertama.
Menpora menekankan pentingnya tidak hanya mengandalkan pariwisata berbasis kebudayaan dan keindahan alam. Pengembangan sport tourism juga harus didorong secara berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan diversifikasi daya tarik wisata.
Oleh karena itu, Menpora secara khusus memberikan apresiasi tinggi atas keberlanjutan Mandiri Jogja Marathon. Acara ini telah memasuki edisi ketujuhnya pada tahun ini. Peningkatan jumlah pelari yang signifikan menjadi bukti keberhasilan penyelenggaraan.
Tahun ini, Mandiri Jogja Marathon mencatatkan rekor partisipasi sebanyak 10.200 pelari. Peserta berasal dari 17 negara, menunjukkan daya tarik internasional ajang ini. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pengenalan budaya lokal.
Dampak Ekonomi dan Kesehatan Melalui Sport Tourism
Menpora Erick Thohir meyakini bahwa sport tourism tidak hanya berdampak positif pada kesehatan masyarakat. Ajang ini juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat didorong oleh Presiden. Pengembangan ekonomi-ekonomi baru, seperti sport tourism, menjadi prioritas.
Dari sisi pembudayaan olahraga, Mandiri Jogja Marathon turut menyediakan ruang bagi masyarakat untuk meraih kebugaran fisik. Partisipasi aktif dalam kegiatan olahraga menjadi kunci. Hal ini penting mengingat data Kemenpora menunjukkan partisipasi olahraga masyarakat masih rendah.
Meskipun demografi Indonesia didominasi oleh usia muda, partisipasi berolahraga hanya mencapai 17 persen. Kondisi ini memerlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran dan kesempatan berolahraga. Kegiatan seperti maraton dapat menjadi katalisator.
Menpora Erick Thohir mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 104 event maraton di Indonesia. Total pelari yang berpartisipasi mencapai hampir 10,6 juta orang. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk terus mendorong partisipasi olahraga masyarakat.
Strategi Kemenpora untuk Pembudayaan Olahraga
Kemenpora secara aktif mendorong pelaksanaan Car Free Day (CFD) di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk membudayakan olahraga di kalangan masyarakat luas. CFD diharapkan dapat menjadi sarana awal bagi masyarakat untuk memulai gaya hidup aktif.
Saat ini, dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, baru sekitar 220 daerah yang menyelenggarakan CFD. Menpora berharap jumlah ini akan terus meningkat. Dengan adanya CFD, masyarakat dapat berlatih jalan kaki atau jogging.
Aktivitas ringan ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk berpartisipasi dalam event lari yang lebih besar, seperti maraton. Keterlibatan dalam event semacam ini tidak hanya menyehatkan tetapi juga membangun komunitas.
Mandiri Jogja Marathon 2026 menawarkan empat pilihan kategori lari. Kategori tersebut meliputi Marathon (42,195 kilometer), Half Marathon (21,097 kilometer), 10K, dan 5K Fun Run. Dengan tema "More Than a Race", ajang ini memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta yang berdampak sosial.
Sumber: AntaraNews