Peringatan Dini: Dua DAS di Banjar Kalsel Berstatus Bahaya, Satu Siaga Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar melaporkan dua Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayahnya berstatus bahaya dan satu siaga, menyoroti urgensi pemantauan Status Banjir DAS Banjar di tengah musim hujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, telah mengeluarkan laporan terbaru mengenai kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayahnya. Data terkini menunjukkan adanya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi banjir, dengan dua areal DAS kini berstatus bahaya dan satu DAS berstatus siaga. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi di musim penghujan ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, mengonfirmasi status tersebut pada Minggu, 28 Desember, berdasarkan pemantauan yang dihimpun per pukul 09.45 Wita. Informasi krusial ini diperoleh melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, yang secara rutin memantau ketinggian air di beberapa titik vital. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.
Laporan ini merinci empat DAS utama di Kabupaten Banjar, yaitu Sungai Riam Kiwa, Sungai Riam Kanan, Sungai Martapura, dan Bendungan Riam Kanan. Penetapan status bahaya dan siaga ini didasarkan pada ketinggian air serta kondisi cuaca di masing-masing lokasi. BPBD dan instansi terkait terus berkolaborasi untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.
Pembaruan Status Ketinggian Air di DAS Banjar
Pemantauan terbaru oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menunjukkan kondisi kritis di beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Banjar. Sungai Riam Kiwa tercatat memiliki ketinggian air mencapai 8,5 meter dengan cuaca hujan, berada dalam status bahaya. Di Sungai Riam Kanan, ketinggian air mencapai 7,55 meter dengan cuaca berawan, juga ditetapkan dalam status bahaya.
Sementara itu, Sungai Martapura berada dalam status siaga dengan ketinggian air mencapai 9,5 meter, meskipun cuaca saat itu cerah. Status siaga ini menunjukkan perlunya kewaspadaan tinggi bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai. Perbedaan status ini mencerminkan dinamika kondisi hidrologis yang kompleks di setiap DAS.
Di sisi lain, Bendungan Riam Kanan dilaporkan dalam kondisi normal dengan elevasi +58,58 meter dan cuaca cerah. Meskipun demikian, BPBD Kabupaten Banjar terus memantau seluruh DAS secara berkala. Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah mitigasi dan pencegahan bencana banjir di wilayah tersebut.
Upaya Mitigasi dan Koordinasi Antarinstansi Hadapi Potensi Banjir
Menyikapi Status Banjir DAS Banjar yang mengkhawatirkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi. Yayan menyatakan, “Data ini dihimpun per hari ini pukul 09.45 Wita melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.” Koordinasi rutin terus berjalan untuk memantau kondisi cuaca dan ketinggian air secara berkala, mengingat wilayah ini masih dalam musim hujan. Sinergi antara berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat respons terhadap potensi bencana.
Selain pemantauan manual, BPBD juga memanfaatkan teknologi Sensor Early Warning System (EWS) untuk memantau ketinggian air sungai. Teknologi EWS ini dipasang di Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, dan di Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan. Meskipun data EWS periode Desember belum diperbarui, petugas tetap rutin meninjau lokasi pemasangan EWS. Teknologi ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Yayan Daryanto menekankan bahwa koordinasi internal yang rutin bersama instansi terkait menjadi kunci utama. “Meski teknologi EWS mengalami gangguan, petugas tetap rutin meninjau lokasi pemasangan di dua desa tersebut. Yang terpenting adalah koordinasi rutin internal bersama instansi terkait, seperti TNI, Polri, PMI, EBR, relawan, dan masyarakat,” tegas Yayan Daryanto. Keterlibatan semua elemen ini sangat vital untuk memastikan informasi tersampaikan dengan cepat dan tindakan preventif dapat dilakukan secara efektif dalam menghadapi ancaman banjir di Kabupaten Banjar.
Sumber: AntaraNews