Perempuan Bersama Anak yang Bawa Mobil Propam Tapanuli Selatan Terungkap, Ini Sosoknya
Polisi mengungkapkan, sosok perempuan yang sedang bersama AS (16) saat insiden dugaan tabrak lari di Kota Medan, Minggu (6/7) kemarin.
Juru bicara Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan mengungkapkan sosok perempuan yang sedang bersama AS (16) sopir yang membawa mobil propam Polres Tapanuli Selatan yang terlibat insiden tabrak lari di Kota Medan, Minggu (6/7) kemarin.
AS diketahui mengemudikan mobil dinas milik ayahnya Iptu AF yang merupakan Pelaksana Tugas Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Tapanuli Selatan. Sosok penumpang perempuan itu disebut-sebut sebagai guru dari AS.
“Informasi yang kami dapat, waktu AS itu sedang jalan dia melihat ada gurunya. Itu adalah guru anak-anak yang bersangkutan. Ketika jalan-jalan dia ingin mengantar sekalian gurunya,” kata Ferry di Mapolda Sumut, Senin (7/7).
Ferry menjelaskan, AS mengemudikan mobil dinas Propam Polres Tapanuli Selatan tanpa sepengetahuan ayahnya. Saat itu, Iptu AF sedang istirahat di rumahnya yang ada di Kota Medan. Iptu AF berada di Kota Medan lantaran sedang ada kepentingan dinasnya.
“Iptu AF tidak tahu kendaraannya dibawa. Hasil dari klarifikasi kami dengan yang bersangkutan bahwa orang tuanya tidak tahu jika kendaraannya dibawa,” jelas Ferry.
Imbas perbuatan AS, kini Polda Sumut sedang melakukan pemeriksaan terhadap Iptu AF. Iptu AF bahkan berpeluang mendapatkan sanksi atas tindakannya yang lalai.
“Masih diperiksa Provos Polda Sumut. Apabila ada fakta pelanggaran maka kami laksanakan dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Ferry.
Terlibat Tabrak Lari
Sebelumnya, satu unit mobil Propam Polres Tapanuli Selatan viral di media sosial. Mobil itu disebut telah melakukan tabrak lari terhadap kendaraan roda empat lainnya.
Fifie Wijaya yang menjadi korban tabrak lari itu merekam mobil Propam Polres Tapanuli Selatan mulai dari Jalan Pemuda Simpang Waspada, Minggu (6/7) malam.
“Wah gila sudah menabrak lari, sial. Gila ya, aduh,” katanya sambil merekam aksi kejar-kejaran itu dari dalam mobilnya.
Fifie bahkan terlihat emosi dengan aksi tabrak lari yang dilakukan mobil Propam Polres Tapanuli Selatan. Amarahnya memuncak usai mengetahui pengemudi mobil dinas polisi itu masih anak-anak.
“Ini sepertinya yang bawa anak-anak. Ini mobilnya sudah tabrak lari. Mobil Propam tabrak orang habis itu lari,” ujarnya.
Aksi kejar-kejaran itu akhirnya berhenti di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Kemudian, Fifie langsung turun dari mobilnya dan meminta remaja yang di dalam mobil Propam Polres Tapanuli Selatan itu untuk turun. Beberapa saat kemudian, remaja itu langsung membuka jendela mobilnya.
“Minta nomor bapak kalian. Mana nomor bapak kalian kasih ke aku. Cepat aku bilang hujan ini,” ucap Fifie.
Selanjutnya, seorang perempuan keluar dari mobil tersebut. Mereka mengaku tidak kabur. “Enggak lari kami,” ujar perempuan yang belum diketahui identitasnya itu.