Pentagon Siapkan 1.500 Pasukan Elit untuk Antisipasi Kerusuhan di Minnesota
Pentagon siapkan 1.500 pasukan elit Divisi Lintas Udara ke-11 untuk kemungkinan pengerahan ke Minnesota. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dan unjuk rasa terkait operasi imigrasi terbesar di negara bagian tersebut, membuat pembaca pena
Pentagon tengah menyiapkan sekitar 1.500 anggota pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-11. Persiapan ini dilakukan untuk kemungkinan pengerahan ke Minnesota jika kerusuhan meningkat di negara bagian tersebut. Laporan ini mengutip pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS), sebagaimana disampaikan oleh The Washington Post.
Kesiapan pasukan elit ini muncul di tengah peluncuran operasi imigrasi terbesar di Minnesota. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengumumkan pengerahan sekitar 2.000 agen dan petugas ke negara bagian itu pada Selasa. Situasi ini menciptakan potensi ketegangan yang memerlukan respons cepat dari pemerintah federal.
Pengerahan pasukan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi eskalasi konflik. Meskipun demikian, belum ada keputusan final mengenai penggunaan pasukan ini. Kesiapan ini merupakan bagian dari praktik standar Pentagon dalam menghadapi berbagai kemungkinan keputusan presiden.
Persiapan Pasukan Elit untuk Minnesota
Pentagon telah menyiapkan sekitar 1.500 anggota pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-11. Persiapan ini dilakukan untuk kemungkinan pengerahan ke Minnesota jika kerusuhan meningkat. Laporan ini mengutip pejabat pertahanan AS, sebagaimana disampaikan oleh The Washington Post. Pasukan elit ini memiliki spesialisasi dalam operasi di cuaca dingin, menunjukkan kesiapan untuk berbagai kondisi.
Pasukan tersebut berasal dari dua batalion infanteri Divisi Lintas Udara ke-11 Angkatan Darat AS yang berbasis di Alaska. Para prajurit telah diperintahkan untuk bersiap menghadapi potensi pengerahan ke Minnesota. Namun, para pejabat menyatakan belum jelas apakah pasukan tersebut pada akhirnya akan digunakan.
Gedung Putih menegaskan kepada The Washington Post bahwa merupakan praktik standar bagi Pentagon untuk bersiap menghadapi setiap kemungkinan keputusan Presiden AS. Kesiapan ini menunjukkan respons proaktif terhadap situasi yang berpotensi memburuk di Minnesota.
Ketegangan Meningkat Akibat Operasi Imigrasi
Ketegangan di Minnesota meningkat setelah seorang warga tewas dalam insiden penembakan oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Peristiwa tragis ini memicu demonstrasi luas di Minneapolis dan daerah lainnya. Pemerintah federal telah mengerahkan sekitar 2.000 agen dan petugas ke Minnesota.
Pengerahan ini merupakan bagian dari operasi imigrasi terbesar di Minnesota yang pernah dilakukan. Operasi ini dipimpin oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem. Noem juga menegaskan bahwa presiden tidak memiliki rencana untuk menarik petugas ICE dari Minnesota.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan akan menggunakan kewenangan untuk memberlakukan Undang-Undang Pemberontakan (Insurrection Act). Ancaman ini muncul terhadap pemerintahan Minnesota yang dituduh mendorong aksi unjuk rasa menentang ICE.
Undang-Undang Pemberontakan dan Potensi Pengerahan Militer
Undang-Undang Pemberontakan (Insurrection Act) adalah undang-undang federal AS yang diadopsi pada tahun 1807. Aturan ini memberikan kewenangan kepada presiden untuk mengerahkan Angkatan Bersenjata AS dan Garda Nasional. Pengerahan ini dapat dilakukan di seluruh negeri atau di negara bagian tertentu guna menekan kerusuhan sipil, pemberontakan, atau perlawanan bersenjata terhadap pemerintah federal.
Ancaman penggunaan Insurrection Act ini muncul di tengah protes besar terhadap operasi imigrasi federal. Belum ada keputusan akhir dari pemerintah federal mengenai pengerahan militer ke Minnesota. Namun, pejabat Pentagon menegaskan pasukan yang telah disiapkan akan digunakan hanya jika situasi semakin memburuk dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Minnesota sendiri dikenal sebagai "Tanah 10.000 Danau" dan merupakan rumah bagi 11 bangsa pribumi Amerika yang berdaulat. Negara bagian ini terkenal dengan alamnya yang kaya akan pertanian dan sumber daya alam, serta kehidupan perkotaan yang aktif.
Sumber: AntaraNews