Penjelasan Kemenag Sulsel soal Jemaah Haji Asal Bulukumba Tampak Linglung, Kini Sudah kembali ke Hotel
Diduga, jemaah haji tersebut mengalami gejala dimensia.
Video menunjukkan seorang pria tampak linglung dan jalan sendiri yang diduga jemaah haji asal Bulukumba beredar dan heboh di media sosial. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Makassar menyebut jemaah haji tersebut memiliki gejala dimensia atau pikun.
Video berdurasi 15 detik tersebut, terlihat seorang pria lanjut usia (lansia) jalan sendirian pada malam hari di jalanan Madinah. Pria tersebut didatangi seseorang yang diduga petugas haji.
"Bapak mau ke mana?, saya anterin. Haramnya di sana Pak. Hotelnya bapak di sana," ujarnya.
Dalam video tersebut dituliskan jemaah haji lansia tersebut menggunakan syal bertuliskan kloter 11 UPG asal Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tampak pria tersebut terus mengajak jemaah lansia tersebut untuk diantar kembali ke hotel.
"Saya anterin ke hotel pak. Ini Mungkin karena petugasnya menyampaikan tidak boleh dibantain sama orang. Pikirannya orang pendatang itu penipu," tuturnya dalam video.
Terkait video yang beredar, pihak Kementerian Agama Sulawesi Selatan Mawardi Siradj membenarkan jika pria lansia dalam video tersebut merupakan jemaah haji kloter 11 UPG asal Bulukumba. Hal tersebut setelah dikonfirmasi dari petugas kloter asal Bulukumba.
“Menurut informasi dari petugas kloter Bulukumba, benar bahwa yang bersangkutan merupakan jemaah kami," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/5).
Mawardi mengatakan jemaah haji lansia tersebut diduga mengalami dimensia. Alasannya, sejak tiba di Madinah, Arab Saudi, jemaah tersebut terlihat dimensia.
"Sejak kedatangan di Madinah, ia memang sudah menunjukkan gejala demensia,” kata Mawardi.
Mawardi mengaku saat ini jemaah haji tersebut sudah mendapatkan pendampingan kesehatan dari petugas. Selain itu, jemaah tersebut dalam pengawasan klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI) di Madinah.
"Setelah ditemukan, petugas kesehatan haji segera mengambil tindakan dengan melakukan pemantauan dan perawatan lebih lanjut," ucapnya.