Penarikan Amerika Serikat dari IRENA Tak Goyahkan Dukungan Transisi Energi ASEAN
Direktur Jenderal IRENA, Francesco La Camera, memastikan penarikan Amerika Serikat tidak akan memengaruhi komitmen lembaga itu dalam mendukung transisi energi di Asia Tenggara, meskipun ada potensi dampak penarikan AS IRENA terhadap anggaran.
ABU DHABI – International Renewable Energy Agency (IRENA) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transisi energi di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal IRENA, Francesco La Camera, meskipun Amerika Serikat berencana menarik diri dari keanggotaan lembaga tersebut. La Camera memastikan bahwa rencana penarikan AS tidak akan berdampak pada dukungan IRENA terhadap wilayah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan La Camera di sela-sela Sidang Majelis IRENA ke-16 yang diselenggarakan sebagai bagian dari Abu Dhabi Sustainability Week di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ia menjelaskan bahwa IRENA telah mulai mencari sumber pendanaan alternatif untuk mengantisipasi potensi kekurangan anggaran.
Keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari berbagai organisasi internasional, termasuk IRENA, sebelumnya diumumkan oleh Presiden Donald Trump. Kebijakan ini didasarkan pada tinjauan bahwa keanggotaan tersebut bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat.
Komitmen IRENA untuk Asia Tenggara dan Afrika
Negara-negara berkembang, khususnya di Afrika dan Asia Tenggara, tetap menjadi prioritas utama bagi IRENA. Kawasan-kawasan ini menghadapi peningkatan permintaan energi yang pesat.
Selain itu, wilayah-wilayah ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar dalam upaya mencapai target transisi energi global.
La Camera menekankan pentingnya untuk mengintervensi permintaan energi di wilayah-wilayah tersebut. Menurutnya, kegagalan dalam hal ini akan sangat merugikan transisi energi dan pencapaian tujuan Perjanjian Paris.
Status dan Antisipasi Penarikan Amerika Serikat
Proses penarikan Amerika Serikat dari IRENA belum final dan masih berupa memorandum presiden. IRENA belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penarikan tersebut.
Hingga dokumen penarikan resmi diterima, Amerika Serikat tetap menjadi anggota penuh IRENA. Negara tersebut masih memiliki semua hak dan kewajiban, termasuk kontribusi finansialnya.
Meskipun demikian, IRENA telah proaktif mencari sumber pendanaan alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan defisit anggaran. Jika kekurangan anggaran berlanjut sebelum Mei 2025, Dewan IRENA akan mempertimbangkan untuk mengubah anggaran lembaga.
La Camera menyatakan bahwa potensi penarikan AS ini sangat disesalkan. Hal ini mengingat peran Amerika Serikat sebagai kekuatan global utama dan mitra kunci bagi IRENA.
Latar Belakang Kebijakan Penarikan AS
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana untuk menarik negaranya dari 66 organisasi PBB dan organisasi internasional lainnya. Organisasi-organisasi ini mencakup berbagai platform penting untuk isu-isu iklim, energi, kemanusiaan, perdamaian, dan demokrasi.
Dalam sebuah memorandum presiden yang dirilis oleh Gedung Putih, keputusan tersebut diambil setelah peninjauan menyeluruh. Peninjauan itu menilai organisasi, konvensi, dan perjanjian yang dianggap bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat.
Sumber: AntaraNews