Pemprov Sumsel Apresiasi Perkantoran Terapkan Ornamen Budaya Lokal Sumsel Sesuai Perda
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi perkantoran yang telah memasang ornamen budaya lokal Sumsel sesuai Perda No.2/2021, demi pelestarian warisan leluhur.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan apresiasi tinggi kepada perkantoran yang telah mengimplementasikan ornamen budaya lokal pada bangunan mereka. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) No.2 Tahun 2021 tentang Arsitektur Bangunan Gedung Berornamen Budaya Lokal. Kebijakan ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkuat identitas budaya daerah.
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menyatakan bahwa kepatuhan terhadap Perda ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap pelestarian warisan leluhur. Ia juga meminta agar perkantoran yang belum memasang ornamen tersebut segera melakukannya. Hal ini disampaikan Cik Ujang di Palembang pada hari Jumat, 14 November.
Penerapan ornamen budaya lokal ini tidak hanya memperindah tampilan gedung, tetapi juga menjadi simbol identitas daerah. Inisiatif ini telah disosialisasikan selama beberapa tahun terakhir dan mulai menunjukkan hasil positif. Banyak perkantoran pemerintah maupun swasta di 17 kabupaten dan kota di Sumsel kini telah mengadopsi arsitektur berbudaya lokal.
Upaya Pelestarian dan Identitas Budaya Lokal Sumsel
Pemasangan ornamen budaya lokal di gedung-gedung perkantoran merupakan bagian dari strategi Pemprov Sumsel untuk melestarikan warisan budaya. Wakil Gubernur Cik Ujang menegaskan, "Kami mengapresiasi perkantoran yang telah mematuhi Perda No.2 itu, sedangkan bagi yang belum diminta untuk segera memasang ornamen budaya lokal sebagai upaya pelestarian." Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Ornamen yang dipilih tidak sembarangan, melainkan motif khas seperti kain songket dan tanjak. Songket adalah kain tenun tradisional yang kaya akan motif dan makna, sementara tanjak adalah penutup kepala tradisional yang menjadi ciri khas Palembang dan daerah lain di Sumsel. Kedua ornamen ini merepresentasikan kekayaan seni dan adat istiadat lokal.
Dengan adanya ornamen-ornamen ini, gedung-gedung perkantoran tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Mereka juga menjadi galeri terbuka yang memamerkan keindahan dan kekayaan budaya Sumsel kepada masyarakat luas. Ini adalah cara efektif untuk memperkenalkan dan membanggakan identitas daerah.
Pemerintah provinsi terus berupaya menggerakkan pimpinan perkantoran dan pemilik usaha untuk menerapkan arsitektur bangunan gedung berornamen budaya lokal. Sosialisasi dan dorongan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program ini. Tujuannya adalah agar semakin banyak bangunan yang mencerminkan jati diri budaya Sumsel.
Perda Arsitektur Berbudaya Lokal: Pionir di Sumatera
Penerapan Peraturan Daerah No.2 Tahun 2021 menjadikan Sumatera Selatan sebagai pionir di Pulau Sumatera dalam hal arsitektur bangunan berornamen budaya lokal. Inisiatif ini merupakan yang pertama di wilayah Sumatera dan menjadi yang kedua di Indonesia, setelah Provinsi Jawa Tengah. Prestasi ini menunjukkan inovasi Sumsel dalam melestarikan budaya.
Beberapa contoh institusi yang telah menerapkan perda ini antara lain Kantor Gubernur Sumsel, Kantor DPRD, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Negeri Palembang, dan Markas Polda Sumsel. Selain itu, bank BUMN/BUMD di Sumatera Selatan juga turut membangun tanjak sebagai ornamen pada bagian depan gedung mereka. Ini menciptakan keseragaman visual yang berakar pada budaya lokal.
Ornamen tanjak yang dipasang pada bangunan-bangunan tersebut tidak hanya sebagai hiasan. Ia berfungsi sebagai penanda identitas yang kuat, menunjukkan bahwa bangunan tersebut berada di wilayah Sumsel dan menghargai nilai-nilai lokal. Ini adalah cara cerdas untuk memadukan modernitas dengan tradisi.
Wakil Gubernur Cik Ujang menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat untuk keberlanjutan perda arsitektur ini. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum sangat krusial. Dengan demikian, upaya pelestarian budaya melalui arsitektur dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Sumber: AntaraNews