Pemprov Papua Serius Garap Pengaktifan Kembali Klinik HIV di Jayapura
Pemerintah Provinsi Papua mengambil langkah serius untuk mengaktifkan kembali Klinik HIV Walihole di Jayapura. Upaya pengaktifan kembali Klinik HIV Papua ini merupakan komitmen Pemprov dalam mewujudkan Misi Papua Sehat dan memastikan akses layanan kesehat
Pemerintah Provinsi Papua (Pemprov Papua) kini tengah serius mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mengaktifkan kembali klinik penanganan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
Klinik yang berlokasi di Walihole, Yoka, Kota Jayapura, ini sempat tidak beroperasi selama dua tahun. Pengaktifan kembali Klinik HIV Papua ini menjadi prioritas mengingat perannya yang sangat vital dalam pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Papua dalam memastikan akses layanan kesehatan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus HIV.
Kendala dan Komitmen Pemprov dalam Pengaktifan Klinik HIV Papua
Klinik Walihole di Jayapura diketahui tidak beroperasi selama dua tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh kendala administratif, khususnya terkait pembentukan badan hukum yang belum terselesaikan.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, bersama timnya telah melakukan kunjungan langsung ke klinik tersebut pada Kamis (29/1). "Pada Kamis (29/1) kami bersama tim melakukan kunjungan ke klinik tersebut di mana tempatnya tidak beroperasi selama dua tahun dikarenakan terkendala pembentukan badan hukum," kata Aryoko Rumaropen.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Papua menyampaikan penegasan komitmen untuk mendukung penuh pengaktifan kembali layanan klinik. Dukungan ini akan diwujudkan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Urgensi Penanganan HIV dan Misi Papua Sehat
Keberadaan Klinik Walihole memiliki peran yang sangat strategis dan mendesak. Data menunjukkan bahwa jumlah kasus HIV di Papua saat ini telah mencapai lebih dari 24.000 orang, angka yang memerlukan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan.
Pengaktifan kembali Klinik HIV Papua ini merupakan upaya konkret Pemerintah Provinsi Papua untuk mewujudkan Misi Papua Sehat. Misi ini berfokus pada penyediaan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh penduduk.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus HIV/AIDS, memberikan dukungan medis, serta edukasi yang diperlukan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan masyarakat umum. Ketersediaan klinik yang aktif sangat penting untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan kualitas hidup ODHA.
Dukungan Dinas Kesehatan untuk Penguatan Layanan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Isach Sooren Wopari, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan dari Wakil Gubernur Papua. Pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah konkret agar Klinik Walihole dapat kembali beroperasi secara optimal.
Menurut dr. Beeri Isach Sooren Wopari, ketersediaan SDM dokter dan tenaga paramedis yang memadai sangat krusial. Selain itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi secara berkelanjutan juga menjadi fokus utama dalam upaya pengaktifan kembali klinik ini.
"Dengan ketersediaan SDM dokter dan tenaga paramedis yang memadai serta dilakukan peningkatan kapasitas/kompetensi secara berkelanjutan, klinik seperti Walihole Yoka akan menjadi solusi penting dalam penanganan HIV di Papua, di samping berbagai upaya preventif lainnya yang terus dilakukan pemerintah. Untuk itu kami akan menindak lanjuti arahan dari Wakil Gubernur Papua Aryoko,” kata dr. Beeri Isach Sooren Wopari.
Klinik Walihole Yoka diharapkan menjadi salah satu solusi penting dalam penanganan HIV di Papua, melengkapi berbagai upaya preventif yang telah dan akan terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
Sumber: AntaraNews