Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, meminta para jamaah calon haji asal Papua untuk menyertakan doa bagi kemajuan daerah selama menunaikan ibadah di Tanah Suci. Permintaan ini disampaikan dalam acara pelepasan jamaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Jayapura pada Sabtu, 2 Mei.
Aryoko menekankan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji adalah panggilan mulia yang tidak semua orang dapatkan, sehingga harus disyukuri dan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membentuk pribadi lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa.
Pelepasan ini menandai kesiapan 840 calon haji dari Papua untuk berangkat ke Makkah, di mana mereka akan bergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 29, 30, dan 31 melalui Embarkasi Makassar. Seluruh proses administrasi dan kelengkapan dokumen telah rampung 100 persen, menjamin kelancaran keberangkatan.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan pelepasan tersebut, Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen secara khusus berpesan kepada para jamaah calon haji agar senantiasa menjaga niat dan fokus dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersamaan selama berada di Makkah, mengingat kondisi fisik yang prima sangat esensial untuk kelancaran ibadah.
Aryoko juga menekankan pentingnya menunjukkan sikap disiplin, tertib, dan saling menghormati antar sesama jamaah. Ia berharap para jamaah dapat menampilkan akhlak yang santun serta menjaga nama baik Provinsi Papua di mata dunia internasional.
Pesan ini bertujuan untuk memastikan bahwa para jamaah tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga menjadi duta daerah yang baik. Dengan demikian, perjalanan haji diharapkan tidak hanya membawa keberkahan bagi individu, tetapi juga bagi kemajuan Papua secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Musa Narwawan, mengonfirmasi bahwa sebanyak 840 calon haji asal daerah itu siap berangkat ke Makkah. Provinsi Papua sendiri memperoleh kuota sebanyak 933 jamaah haji untuk tahun ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat.
Meskipun demikian, sebagian kuota belum terisi penuh karena adanya calon haji yang menunda keberangkatan. Alasan penundaan ini beragam, mulai dari faktor kesehatan hingga pertimbangan pribadi lainnya yang membuat mereka belum bisa menunaikan ibadah haji pada tahun ini.
Jamaah calon haji Papua akan tergabung dalam tiga Kelompok Terbang (Kloter) utama, yaitu Kloter 29, 30, dan 31, yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar. Kloter 29 dijadwalkan masuk asrama haji pada 9 Mei 2026, diikuti Kloter 30 pada 11 Mei 2026, dan Kloter 31 pada 12 Mei 2026.
Advertisement
Musa Narwawan memastikan bahwa seluruh proses administrasi dan kelengkapan dokumen jamaah telah rampung 100 persen. Kesiapan ini menjadi jaminan bagi kelancaran perjalanan ibadah haji para calon jamaah dari Papua.
Advertisement
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, menurut Musa Narwawan, difokuskan pada peningkatan kualitas layanan yang terintegrasi dan profesional. Orientasi utama dari peningkatan ini adalah kenyamanan dan keselamatan para jamaah selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan bahwa setiap aspek layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga bimbingan ibadah, dapat berjalan optimal. Tujuannya adalah agar para jamaah dapat fokus beribadah tanpa terbebani oleh masalah teknis.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua berharap seluruh calon haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Komitmen terhadap pelayanan prima ini diharapkan dapat memberikan pengalaman haji yang berkesan dan bermakna bagi seluruh jamaah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews