Pemkot Serang Luncurkan Aplikasi Serang Mengaji, Inovasi Digital Tanpa Bebani APBD
Pemerintah Kota Serang berinovasi dengan meluncurkan Aplikasi Serang Mengaji, sebuah platform digital belajar mengaji hasil kolaborasi dengan BWA yang tidak membebani APBD, sekaligus menawarkan hadiah umrah menarik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan meluncurkan aplikasi digital bernama Aplikasi Serang Mengaji. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah akses belajar mengaji bagi seluruh warga Kota Serang.
Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Wakaf Al-Quran (BWA). Kerjasama ini memastikan aplikasi dapat dikembangkan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Aplikasi Serang Mengaji dijadwalkan meluncur bersamaan dengan Gebyar Serang Mengaji pada 14 Februari mendatang. Program ini sejalan dengan janji politik kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang untuk meningkatkan religiusitas masyarakat.
Inovasi Digital dan Kolaborasi Efisien
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pihak ketiga seperti BWA ini merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah mempercepat program prioritas daerah sekaligus mencapai efisiensi anggaran. Aplikasi Serang Mengaji dirancang untuk dapat diunduh oleh seluruh warga Kota Serang, memberikan kemudahan akses belajar mengaji.
Fitur unggulan Aplikasi Serang Mengaji adalah "Ruang Guru", yang memungkinkan pengguna terhubung langsung dengan ustadz atau pengajar secara daring. Cukup dengan menekan satu tombol di aplikasi, anak-anak atau pengguna dapat memulai sesi belajar mengaji. Inovasi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam pembelajaran Al-Quran.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Serang dalam memanfaatkan teknologi untuk pelayanan publik. Dengan tidak menggunakan APBD, proyek ini menjadi contoh model pembangunan berbasis kemitraan. Hal ini juga mendukung visi Kota Serang untuk meningkatkan kualitas keagamaan warganya.
Stimulus Menarik dan Peluncuran Akbar
Untuk menarik minat masyarakat agar mengunduh dan menggunakan Aplikasi Serang Mengaji, Pemkot Serang menyiapkan stimulus yang menarik. Hadiah berupa dua paket ibadah umrah akan diberikan kepada pengunduh yang beruntung. Ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program Aplikasi Serang Mengaji.
Wali Kota Budi Rustandi berharap program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Peluncuran aplikasi akan dilangsungkan dalam acara Gebyar Serang Mengaji yang meriah. Acara ini direncanakan berlangsung pada 14 Februari di kawasan Royal Baru.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Serang untuk mewujudkan janji politik kepala daerah. Program Serang Mengaji secara keseluruhan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang. Tujuannya adalah meningkatkan religiusitas masyarakat secara berkelanjutan.
Pendataan Guru Ngaji dan Insentif Masa Depan
Selain peluncuran Aplikasi Serang Mengaji, momentum ini juga akan dimanfaatkan untuk melakukan pendataan ulang guru ngaji. Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa pendataan akan melibatkan berbagai elemen. Elemen tersebut termasuk Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Ikatan Pendidikan Al-Quran (IPQ), dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ).
Proses pendataan ini sangat penting untuk memastikan validitas data guru ngaji. Data dari Kemenag akan disandingkan dengan data di kelurahan untuk menghindari duplikasi dan memastikan keakuratan. Validasi data ini krusial sebagai dasar rencana pemberian insentif bagi para pengajar di masa mendatang.
Rencananya, insentif bagi para pengajar tersebut akan diberikan pada tahun anggaran 2027, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Langkah ini menunjukkan perhatian Pemkot Serang terhadap kesejahteraan para guru ngaji. Ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung pendidikan agama di Kota Serang.
Sumber: AntaraNews