Pemkot Palembang Dukung Baznas Perluas Program Bedah Rumah untuk Warga Kurang Mampu
Pemerintah Kota Palembang tegaskan dukungan penuh terhadap program bedah rumah Baznas, mendorong ASN dan masyarakat menyalurkan zakat demi membantu lebih banyak keluarga kurang mampu. Simak detailnya!
Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, secara aktif mendukung perluasan program perbaikan atau bedah rumah tak layak huni yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kota setempat. Program ini telah berjalan selama beberapa tahun terakhir dan menyasar masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut. Dukungan ini merupakan wujud komitmen Pemkot Palembang dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh perluasan program bedah rumah Baznas agar semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu. Bentuk dukungan ini diwujudkan melalui berbagai upaya, termasuk mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan dan jangkauan program yang lebih luas.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga Muslim di kota ini untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Baznas. Dana ZIS yang terkumpul tidak hanya dialokasikan untuk bedah rumah, tetapi juga untuk bantuan dana pendidikan, kesehatan, serta penanganan masalah stunting bagi keluarga miskin. Hal ini menunjukkan multidimensi manfaat dari pengelolaan ZIS oleh Baznas.
Peran Pemerintah Kota dalam Program Bedah Rumah Baznas
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, secara tegas menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perluasan program bedah rumah yang dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat. Dukungan ini bertujuan agar semakin banyak warga kurang mampu di Palembang dapat merasakan manfaat perbaikan hunian. Inisiatif ini mencerminkan kepedulian Pemkot terhadap kesejahteraan masyarakat.
Salah satu bentuk nyata dukungan Pemerintah Kota Palembang adalah dengan aktif mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Muslim di kota ini. Mereka didorong untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Baznas. Pengumpulan dana ZIS yang optimal diharapkan dapat mempercepat realisasi target bedah rumah.
Selain untuk program bedah rumah, dana ZIS yang berhasil dihimpun oleh Baznas memiliki cakupan manfaat yang lebih luas. Dana tersebut juga dialokasikan untuk membiayai bantuan pendidikan, layanan kesehatan, serta upaya penanganan masalah stunting. Fokus ini secara khusus ditujukan bagi keluarga-keluarga miskin yang membutuhkan uluran tangan di Palembang.
Mekanisme Pengajuan dan Syarat Bedah Rumah Baznas
Bagi masyarakat Palembang yang ingin mengajukan permohonan bantuan bedah rumah, terdapat mekanisme pelaporan yang telah ditetapkan. Warga dapat melaporkan kondisi rumahnya kepada Ketua RT atau RW setempat sebagai langkah awal pengajuan. Alternatif lain, pemohon dapat langsung mendatangi kantor Pemkot Palembang atau kantor Baznas untuk informasi lebih lanjut.
Proses pengajuan ini memerlukan pemenuhan sejumlah persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh calon penerima bantuan. Persyaratan utama adalah kepemilikan sah atas rumah yang akan dibedah atau diperbaiki. Hal ini harus dibuktikan dengan dokumen resmi seperti surat kepemilikan atau sertifikat tanah yang valid.
Wakil Wali Kota Prima Salam menekankan bahwa syarat kepemilikan rumah adalah mutlak dan tidak dapat ditawar. Rumah yang diajukan tidak boleh berstatus sewa atau sedang dalam sengketa kepemilikan. Ketentuan ini diberlakukan untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari, sehingga program bedah rumah Baznas berjalan lancar.
Harapan Baznas dan Capaian Dana ZIS
Ketua Baznas Kota Palembang, Ridwan Nawawi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Palembang dan berharap partisipasi masyarakat terus meningkat. Ia secara khusus mengharapkan ASN dan warga kota untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga Baznas. Kontribusi ini sangat vital dalam keberlanjutan program-program sosial.
Ridwan Nawawi juga mengungkapkan capaian penghimpunan dana ZIS Baznas pada tahun sebelumnya yang cukup signifikan. Pada tahun lalu, Baznas Kota Palembang berhasil mengumpulkan dana ZIS mencapai lebih dari Rp11 miliar. Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana oleh Baznas.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, Baznas optimis dapat memperluas jangkauan program bedah rumah dan bantuan sosial lainnya. Peningkatan kesadaran berzakat diharapkan dapat membantu lebih banyak lagi keluarga kurang mampu. Hal ini sejalan dengan visi Baznas untuk mewujudkan kesejahteraan umat.
Sumber: AntaraNews